Penjaga Pasar dan Juru Parkir Berkomplot Diduga Curi Dagangan Pelapak

Barang bukti pencurian beras di Pasar Gunungsari. (Suara NTB/why)

Mataram (Suara NTB) – Oknum penjaga Pasar Gunungsari, Lombok Barat, bersama juru parkirnya diduga bekerjasama menggarong dagangan para pelapak. Dua tersangka, PW (32) dan MH alias IC diduga sudah 15 kali menggerogoti karung beras pedagang sejak Januari lalu.

Kapolres Mataram AKBP Saiful Alam menjelaskan, dua tersangka ini beraksi malam hari. Mereka hafal lokasi pedagang menyimpan barang dagangan sebab mereka berjaga malam, dan mengatur parkir. “Sebelum beraksi rolling door kios dirusak. Ada juga terpal-terpal yang dibongkar. Tersangka ini beraksi setiap mendapat tugas jaga malam,” ucapnya Selasa, 26 Maret 2019.

Iklan

Tersangka mengambil beras sebanyak satu sampai dua sak setiap kali pengambilan. Aksi terakhir membuatnya kepergok, yakni pada Sabtu lalu. Ketahuannya berkat tersangka PW yang dikenali menjual beras diduga hasil curian ke sebuah toko di depan Kantor Desa Tamansari, Gunungsari, Lombok Barat.

“Masing-masing setiap ngambil itu bawanya yang karung ukuran 25 Kg. Beras itu dijual lagi ke toko di luar pasar. Hasil penjualannya itu yang mereka pakai,” terang Alam. PW ditangkap saat sedang hendak mengangkut beras dari dalam lokasi pasar. Sementara tersangka IC ditangkap berdasar keterangan tersangka PW, pada malam penangkapan sedang mengendarai motor pulang ke rumahnya.

“Mereka sudah melakukan perbuatannya kurang lebih 15 kali sejak bulan Januari 2019 sampai bulan ini. Uang hasil penjualan beras dipakai untuk beli miras dan sabu,” pungkas Kapolres. (why)