Peningkatan Kasus Covid Jadi Peringatan, Perlu Kerja Keras Disiplinkan Masyarakat

Nurhandini Eka Dewi (Suara NTB/dok)

Mataram (Suara NTB) – Peningkatan kasus Covid-19 di NTB pada akhir Desember dan memasuki Januari 2021 menjadi peringatan (warning) bagi masyarakat. Satgas Penanganan Covid-19 Provinsi NTB mencatat tambahan kasus harian dalam beberapa hari terakhir pernah menembus 65 kasus sehari.

‘’Peningkatan kasus ini sebagai warning, kita memasuki tahun 2021 ndak boleh ngampahang (menyepelekan, red) Corona,’’ pesan Kepala Dinas Kesehatan (Dikes) NTB, dr. Nurhandini Eka Dewi, Sp.A., dikonfirmasi Suara NTB di Mataram, kemarin.

Eka mengatakan, petugas tak henti-hentinya mengingatkan masyarakat untuk mematuhi protokol kesehatan (Prokes) Covid-19. Dalam upaya mencegah penularan Covid-19.

Ia mengatakan, sebelumnya masyarakat banyak yang tidak percaya Covid-19 atau masyarakat yang pagah (ngotot). Dengan peningkatan kasus ini, diharapkan masyarakat semakin sadar dan patuh terhadap Prokes Covid-19.

Eka mengatakan, dengan peningkatan kasus Covid-19 di akhir tahun 2020, masyarakat mulai berpikir untuk tidak merayakan tahun baru. Karena banyak juga pelaku perjalanan yang terkonfirmasi positif Covid-19.

Berdasarkan data Satgas Penanganan Covid-19 Provinsi NTB, Minggu, 3 Januari 2021, tercatat sudah ada 194 pelaku perjalanan atau warga luar NTB yang terpapar Covid-19. Dengan rincian, 103 orang sudah sembuh dan 91 orang masih isolasi atau perawatan.

Sementara, jumlah masyarakat yang terpapar Covid-19 di NTB sudah menembus angka 5.848 orang. Dari jumlah tersebut, sebanyak 4.790 orang sudah sembuh, 292 orang meninggal dunia dan 766 orang masih isolasi atau perawatan.

Sementara itu, Sekda NTB, Drs. H. Lalu Gita Ariadi, M. Si, mengatakan jumlah kasus Covid-19 yang mencapai 5.600 orang lebih pada akhir Desember 2020 sesuai dengan prediksi akademisi dari Universitas Mataram sejak ditemukannya kasus pertama kali di NTB. Melihat data 2020, kata Sekda, Pemda harus bekerja keras lagi di tahun 2021.

‘’Jangan sampai penemuan kasus 2021 lebih besar dari 2021. Kita berharap melalui vaksin ini upaya (menekan kasus Covid-19),’’ katanya.

Ditanya strategi yang dilakukan Pemprov untuk menekan kasus Covid-19 tahun 2021, Gita mengatakan Pemda akan mengikuti Juklak dan Juknis dari Pemerintah Pusat berkaitan dengan vaksinasi Covid-19. Kemudian, kebijakan Pemda dengan mewajibkan pelaku perjalanan menunjukkan hasil rapid test antigen juga akan dievaluasi.

Apakah nantinya kebijakan itu akan diperpanjang atau tidak. ‘’Kita lihat dampaknya. Kalau menimbulkan dampak negatif yang signifikan maka kita evaluasi. Berarti harus ada perubahan kebijakan,’’ katanya.

Dalam kondisi seperti sekarang ini, di mana kasus Covid-19 masih menunjukkan peningkatan di NTB. Maka membutuhkan kerja keras untuk mendisiplinkan diri sendiri dan masyarakat agar patuh terhadap protokol kesehatan.

‘’Intinya kita masih perlu kerja keras mendisiplinkan diri dan masyarakat kita semua,’’ tandasnya.

Ia menambahkan, klaster perkantoran masih menjadi ancaman. Karena ASN tidak berhenti memberikan pelayanan kepada masyarakat. ‘’Kami bertemu dengan banyak orang, melayani banyak orang,’’ tandasnya. (nas)