Peningkatan IPM NTB, Dompu Tertinggi dan Kota Mataram Terendah

Wahyudin. (Suara NTB/bul)

Mataram (Suara NTB) – Badan Pusat Statistik (BPS) merilis Indeks Pembangunan Manusia (IPM) NTB masih tumbuh positif, meski di tengah pandemi covid-19. Kepala BPS Provinsi NTB, Wahyudin menyampaikan perkembangan IPM, Rabu, 1 Desember 2021. IPM Provinsi NTB mengalami peningkatan dari 68,25 di tahun 2020 menjadi 68,65 pada tahun 2021. IPM Provinsi NTB masih berada pada kategori capaian sedang.„Pertumbuhannya di tahun 2021 mencapai 0,59 persen.

“Masih urutan ke 29 (IPM NTB) secara nasional,” kata Wahyudin. Dalam satu dekade pembangunan manusia di Provinsi NTB terus mengalami kemajuan. IPM Provinsi NTB meningkat dari 61,16 pada tahun 2010 menjadi 68,14 pada tahun 2019. Selama periode tersebut, IPM Provinsi NTB rata-rata tumbuh sebesar 1,21 persen per tahun. Namun, pandemi covid-19 telah membawa sedikit perubahan dalam pencapaian pembangunan manusia Provinsi NTB.

Iklan

IPM tahun 2020 tercatat 68,25 atau tumbuh 0,16 persen, melambat dibandingkan pertumbuhan tahun sebelumnya. Kemudian IPM Provinsi NTB tahun 2021 adalah 68,65 atau tumbuh 0,59 persen. Dengan capaian ini, rata-rata pertumbuhan IPM tahun 2010-2021 menjadi 1,06 persen per tahun. Pelambatan capaian IPM tahun 2020 disebabkan oleh menurunnya pertumbuhan komponen pengeluaran/kapita/tahun yang disesuaikan, sedangkan komponen lainnya masih tetap tumbuh positif.

Dari dimensi Umur Panjang dan Hidup Sehat dipaparkan, Umur Harapan Hidup saat lahir (UHH) yang merepresentasikan dimensi umur panjang dan hidup sehat terus meningkat dari tahun ke tahun. Selama periode 2010 hingga 2021, UHH Provinsi NTB telah meningkat sebesar 2,87 tahun atau rata-rata tumbuh sebesar 0,40 persen per tahun. Pada tahun 2010, Umur Harapan Hidup saat lahir di Provinsi NTB adalah 63,82 tahun, dan pada tahun 2021 mencapai 66,69 tahun.

Seiring dengan terjadinya pandemi covid-19, UHH Provinsi NTB tahun 2020 dan tahun 2021 mengalami perlambatan, tumbuh 0,35 persen dan 0,27, melambat dibandingkan pertumbuhan pada tahun 2019 yang mencapai 0,62 persen. Dari Dimensi Pengetahuan juga dipaparkan, dimensi pengetahuan pada IPM dibentuk oleh dua indikator, yaitu Harapan Lama Sekolah (HLS) penduduk usia 7 tahun ke atas dan Rata-rata Lama Sekolah (RLS) penduduk usia 25 tahun ke atas.

Kedua indikator ini terus meningkat dari tahun ke tahun. Selama periode 2010 hingga 2021, HLS Provinsi NTB telah meningkat 2,24 tahun, sementara RLS meningkat 1,65 tahun. Di tengah pandemi covid-19 yang masih berlangsung, HLS Provinsi NTB tahun 2020 dan tahun 2021 masih tumbuh 0,22 persen dan 0,20 persen. Sedangkan RLS Provinsi NTB tumbuh 0,04 persen pada tahun 2020 dan 0,07 persen pada tahun 2021, melambat dibandingkan tahun 2019 yang mencapai 0,24 persen.

Dimensi terakhir yang mewakili kualitas hidup manusia adalah standar hidup layak yang direpresentasikan oleh pengeluaran per kapita (atas dasar harga konstan 2012) yang disesuaikan. Pada tahun 2021, pengeluaran per kapita yang disesuaikan masyarakat NTB mencapai Rp10,38 juta per tahun, meningkat dibandingkan tahun 2020 sebesar 0,25 persen. Pengeluaran per kapita yang disesuaikan Provinsi NTB tahun 2020 mengalami penurunan dibanding tahun 2019 sebesar 2,72 persen dan merupakan kali pertama sejak IPM dihitung dengan metode baru.

Seiring dengan pertumbuhan IPM Provinsi NTB, pada tahun 2021 sepuluh kabupaten/kota di Provinsi NTB juga mengalami peningkatan IPM. Wilayah yang mengalami peningkatan IPM terbesar adalah Kabupaten Dompu, sebaliknya Kota Mataram mengalami peningkatan IPM yang terendah. Pada tahun 2020, IPM Kabupaten Dompu mencapai 67,84 dan pada tahun 2021 meningkat menjadi 68,45 atau meningkat sebesar 0,90 persen.

Dari sisi perbandingan antar kabupaten/kota, tidak terjadi perubahan yang signifikan dalam kategori capaian dan peringkat di masing-masing kabupaten/kota. Urutan IPM terendah masih  ditempati  oleh  Kabupaten  Lombok  Utara  (64,77),  sedangkan  urutan  teratas  masih ditempati oleh Kota Mataram (79,14).  Jumlah kabupaten/kota di Provinsi NTB dengan status capaian pembangunan manusia yang “tinggi” (70 ≤ IPM < 80) pada tahun 2021 ada sebanyak 3 kabupaten/kota, sedangkan 7 lainnya masih berstatus “sedang” (capaian 60 ≤ IPM < 70). Sejak tahun 2017, IPM Kabupaten Sumbawa Barat mencapai status tinggi dan bersanding dengan Kota Mataram dan Kota Bima yang telah lama menyandang status tinggi. (bul)

Advertisement