Pengusaha Tagih Janji Relaksasi Pajak

H.M.Syakirin Hukmi. (Suara NTB/cem)

Mataram (Suara NTB) – Pengusaha di Kota Mataram menagih janji relaksasi pajak dari pemerintah. Bencana non alam pandemi coronavirus disease atau Covid-19 berpengaruh signifikan terhadap pendapatan pengusaha. Pendapatan hotel pun merosot sampai 80 persen.

Pandemi Covid-19 dua tahun terakhir diakui Owner Hotel Maktal Cakranegara, S. Widjanarko sangat mempengaruhi situasi ekonomi. Minimnya wisatawan yang berlibur mengakibatkan merosotnya pendapatan hotel mencapai 80 persen. Hal ini jelas berpengaruhi terhadap operasional. “Merosotnya itu sampai 80 persen,” sebut Widjanarko dikonfirmasi, Senin, 23 Agustus 2021.

Iklan

Widjanarko mengatakan, situasi sulit seperti saat ini dibutuhkan sentuhan dari pemerintah melalui intervensi kebijakan ekonomi seperti pemberian relaksasi ke pengusaha. Pemkot Mataram sejak tahun 2020 lalu menjanjikan relaksasi pajak bumi dan bangunan sebagai bentuk stimulus ekonomi ke pengusaha. Akan tetapi sampai saat ini belum ada realisasi. Pengusaha khawatir terlambat dan takut kena denda, sehingga memilih bayar dulu. “Dari dulu dijanjikan relaksasi tapi belum ada realisasi sampai sekarang,” ucapnya.

Pengajuan relaksasi baik itu penundaan maupun pengurangan pembayaran sudah diminta oleh asosiasi hotel maupun asosiasi pengusaha di Kota Mataram. Namun tidak ada respon apapun dari pemerintah.

Widjanarko mengharapkan pelonggaran aktivitas di daerah level tiga diharapkan menaikkan gairah ekonomi dan lain sebagainya.

Kepala Badan Keuangan Daerah (BKD) Kota Mataram, H. M. Syakirin Hukmi dikonfirmasi sebelumnya membenarkan bahwa pengusaha hotel dan restauran telah mengajukan permohonan relaksasi berupa penundaan atau pengurangan pembayaran pajak. Permintaan itu berdasarkan kondisi ekonomi pengusaha yang terdampak akibat pandemi Covid-19.

Usulan itu akan dijadikan bahan untuk dilakukan kajian. Selanjutnya, hasil kajian diserahkan ke kepala daerah untuk diambil kebijakan. (cem)

Advertisement Jasa Pembuatan Website Profesional