Pengusaha Retail Harapkan Vaksinasi Pelayanan Publik di Mataram Diperluas

Seorang kasir di salah satu retail modern di Kota Mataram melayani pembeli, Senin (10/5). Dengan masih adanya pandemi Covid-19, para pekerja pelayanan publik tersebut mengaharapkan program vaksinasi dapat diperluas. Terutama untuk mendukung selarasnya upaya mempertahankan pergerakan ekonomi dengan penanganan pandemi. (Suara NTB/bay)

Mataram (Suara NTB) –Pengusaha retail di Kota Mataram mengharapkan cakupan program vaksinasi coronavirus disease (Covid-19) yang berjalan dapat lebih merata. Pasalnya, belum semua pekerja pelayanan publik mendapatkan suntikan vaksin, termasuk pegawai supermarket.
“Sekarang ini kita tidak minta banyak dari pemerintah. Hanya saja kita berharap ada alokasi vaksin untuk pekerja yang setiap harinya melayani masyarakat. Karena pada dasarnya kami ini berada di baris depan, tapi sampai sekarang belum ada (arahan) untuk vaksinasi itu,” ujar General Manager MGM Supermarket, Gusti Sumardayasa kepada Suara NTB, Senin, 10 Mei 2021.

Menurutnya hal tersebut penting dilakukan. Terutama untuk memberikan rasa aman bagi pekerja dan pelanggan di tengah pandemi Covid-19 yang masih terjadi sampai saat ini, termasuk di Kota Mataram. Sampai dengan 9 Mei 2021 Satgas Covid-19 NTB mencatat total konfirmasi positif di Kota Mataram telah mencapai 3.530 kasus. Rinciannya, 3.039 orang pasien dinyatakan sembuh, 162 orang meninggal, dan 329 orang masih menjalani perawatan.

Iklan

Kondisi tersebut diakui menyulitkan pelaku usaha. Dicontohkan Sumarda seperti efisiensi operasional yang harus dilakukan pada masa-masa awal pandemi berlangsung. “Segala upaya kita lakukan untuk memangkas biaya operasional tanpa mempengaruhi layanan. Misalnya pengurangan karyawan saat awal-awal itu, tapi sekarang jangan sampai ada lagi pengurangan karyawan. Karena kasihan juga, dan bisa tambah susah nanti karena ekonomi masyarakat merosot dan rawan masalah sosial,” ujarnya.

Untuk itu, pihaknya berharap pemerintah dapat menemukan formulasi agar pergerakan ekonomi dan upaya pencegahan penularan Covid-19 dapat berjalan dengan baik. Salah satunya dengan vaksinasi bagi pekerja dengan bidang yang bersentuhan langsung dengan masyarakat.
Di sisi lain, upaya pencegahan juga telah dilakukan antara lain dengan menerapkan protokol kesehatan. “Misalnya di MGM tetap kita terapkan itu. Kalau ada pelanggan tidak pakai masker, kita minta pulang. Kita lakukan juga pengecekan suhu badan, dan penyediaan tempat cuci dan sanitasi tangan,” ujarnya.

Selama pandemi berlangsung usaha retail modern juga disebutnya mengalami penurunan pendapatan. Dicontohkan seperti yang dialami MGM Supermarket dengan penurunan hingga 8 persen setiap bulannya sejak awal pandemi.
“Semoga ini segera naik dan menggeliat, karena sekarang ini masalahnya juga banyak orang tidak menerima gaji dan daya beli menurun. Memang untuk bulan ini menjelang Idul Fitri (2021) lebih baik dari tahun sebelumnya, tapi bulan lalu kita juga masih turun kalau untuk omzet,” jelas Sumarda.

Kedepan, pihaknya berharap pemerintah dapat menentukan kebijakan-kebijakan yang sejalan dengan upaya menggerakkan ekonomi di tengah pandemi. Termasuk dengan tidak menutup total unit usaha yang berjalan serta memperluas vakasinasi.

Berdasarkan catatan Satgas Covid-19 NTB, sampai dengan 9 Mei 2021 total pelayanan vaksinasi untuk pelayanan publik di Kota Mataram untuk dosis pertama telah mencapai 4.076,3 persen atau sekitar 38.806 orang dari target 952 orang. Sedangkan untuk dosis kedua telah mencapai 3.227,2 persen atau 30.723 orang. (bay)

Advertisement Jasa Pembuatan Website Profesional