Pengusaha Gili ‘’Buka Lapak’’ dengan Harga Murah

Wisatawan asing membeli minyak kelapa murni pada acara Garage Sale di Gili Trawangan, Sabtu, 20 Juni 2020. (Suara NTB/ist)

Tanjung (Suara NTB) – Meski hanya sehari, Charity Event, Sabtu, 20 Juni 2020 yang menyuguhkan Garage Sale atau menjual berbagai perkakas kebutuhan masyarakat – termasuk kebutuhan Covid-19, mendapat sambutan positif dari kalangan wisatawan. Wisatawan asing yang masih tinggal di Gili menyambut baik, dengan membeli berbagai kebutuhan yang ditawarkan.

Alex, wisatawan asal Jerman, salah satu yang membeli virgin coconut oil hasil produksi UMKM lokal. Ia terkesan, karena meski acara itu berlangsung di tengah suasana Covid dan Gili relatif sepi dari aktivitas wisata.

Iklan

Garage Sale di Gili Trawangan itu digelar oleh Gili Sands dan Chilli Tatto, dan mendapat dukungan dari asosiasi pengusaha dan pelaku usaha. Antara lain, Gili Hotels Association, Manager Hotels Association, BPPD KLU, Gili Mo, Gili Eco Trust dan beberapa usaha perhotelan lainnya.

General Manager (GM), Gilisand Bar, Ain, menjelaskan, Garage Sale merupakan salah satu kegiatan amal. Di mana para pengusaha Gili  ingin berkontribusi membantu menyiapkan ADP untuk frontliner di Gili Trawangan, seperti petugas tiket, kusir cidomo, dan pedagang pasar. Kegiatan ini mendapat dukungan dari BPPD KLU, yang turut memberikan masker dan hand sanitizer.

Untuk diketahui, dalam sehari pelaksanaannya wisatawan banyak memesan masker, minyak kelapa murni, hingga tatto. Sebab harga jasa dan pelayanan yang ditawarkan sangat murah.

Pembuatan tatto dihargai Rp 30 ribu, masker Rp 10 ribu, pernak pernik Rp 15 ribu, virgin coconut oil Rp 35 ribu. Selain itu, perhotelan juga menjual baju bekas seharga Rp 10 ribu, botol Refill 20 ribu, mainan anak Rp 10-20 ribu, dan lukisan dengan harga berkisar Rp 100-500 ribu.

“Asosiasi perhotelan dan pengusaha di 3 Gili pun sudah siap memberlakukan new normal dengan standar protokol sesuai dengan konsep yang telah ditentukan oleh pemerintah pusat. Harapan ke depannya semua wisatawan baik domestik maupun mancanegara akan lebih nyaman untuk berkunjung ke 3 Gili,” ungkap Ain.

Charity Even adalah sekelumit even kecil sebagai bagian dari dorongan membangkitkan suasana kenormalan baru. Sebelum ini pun, sudah ada beberapa upaya dari asosiasi perhotelan termasuk dengan mengundang pemerintah baik provinsi dan kabupaten. Setelah pandemik panjang Covid – 19 yang hampir 3 bulan, suasana pariwisata Gili vakum, perekonomian tidak berjalan seperti sebelumnya. “Respons tamu suka banget, karena tumben ada giat event lagi setelah lama Gili vakum,” imbuhnya. (ari)

Advertisement Jasa Pembuatan Website Profesional