Pengusaha Emirat Arab akan Investasi Kurma di NTB

Pengusaha asal Uni Emirat Arab (UEA), Syaih Sholeh Abdullah Al Rajhi saat pose bersama usai penandatanganan kesepakatan kerjasama investasi kurma dengan Direksi PT. Gora Kurma Mubarak, Syamsul Anwar beserta Ismail Hadi Muhammad dan Humaidi di Kantor Notaris PPAT, Lili Hidayati, Kamis, 25 November 2021.(Suara NTB/jun)

Mataram (Suara NTB) – Pengusaha besar asal Uni Emirat Arab (UEA), Syaikh Sholeh Abdullah Al Rajhi, akan investasi kurma di NTB. Keputusan tersebut ditandai penandatanganan kesepakatan bersama jajaran Direksi PT. Gora Kurma Mubarak, Syamsul Anwar beserta Ismail Hadi Muhammad dan Humaidi di Kantor Notaris PPAT, Lili Hidayati, SH., Mkn., pada Kamis, 25 November 2021.

Di dampingi penerjemah bahasa, Syaikh Sholeh Abdullah Al Rajhi menyampaikan, alasan mendasar pihaknya memilih Indonesia sebagai tempat investasi kurma, tiada lain karena negara ini memiliki penduduk muslim terbesar di dunia.

Iklan

Karenanya, ia bersama keluarga besar di UEA merasa nyaman untuk berinvestasi di Indonesia. “Karena dari negara kita kepada saudara kita muslim juga di sini. Ini dasar kita yang pokok kenapa tertarik berinvestasi di sini, apalagi di NTB ini ada murid-murid kami,” ungkapnya.

Selama berada di Indonesia, Syaikh Sholeh Abdullah Al Rajhi sudah menjajaki beberapa wilayah di Indonesia untuk mencari tempat investasi kurma. Hanya saja, Provinsi NTB dan NTT diputuskan menjadi pusat pengembangan terbesar dengan target 1 juta hektar lahan pengelolaan.

Komitmen tersebut ditandai pembuatan akad kerjasama ini, tetapi ia ingin penandatanganan disaksikan langsung Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah, SE., M. Sc. “Cita-cita kami NTB dan NTT itu penuh dengan kurma. Target kami 1 juta hektar,” jelasnya.

Dalam pengembangan kurma di NTB, Kabupaten Lombok Utara (KLU) dipilih sebagai daerah percontohan dengan pola sirka atau perkebunan masyarakat. Dengan pola ini, Syaih Sholeh Abdullah Al Rajhi memastikan tak ada pembebasan lahan. Artinya, masyarakat tetap bisa menggarap lahan untuk komoditi lain, tetapi juga tetap menerima bagian keuntungan dari lahan yang sudah dikerjasamakan dengan perusahaan untuk penanaman kurma. “Jadi nanti sistemnya bagi hasil sesuai dengan kesepakatan kerjasama,” pungkasnya. (jun)

Advertisement Jasa Pembuatan Website Profesional