Pengusaha Dinilai Tidak Bisa Terapkan Protokol Covid-19

H.Ahyar Abduh

Mataram (Suara NTB) – Walikota Mataram, H.Ahyar Abduh mengaku, penutupan pusat – pusat perbelanjaan,mall dan toko pakaian dari hasil evaluasi selama dua hari terjadi kerumunan dari masyarakat. Dan, lokasi tersebut tidak bisa menerapkan protokol Covid-19. Kondisi itu berpotensi terjadinya penyebaran dan penularan Coronavirus Disease. Penyebaran virus Corona menjadi kekhawatiran sangat tinggi.

“Kami sangat berat hati harus menutup toko pakaian, mall – mall dan pusat perbelanjaan,”kata Walikota dikonfirmasi,Rabu, 20 Mei 2020.
Kasus Covid-19 di Kota Mataram terus meningkat. Bahkan, Selasa, 19 Mei 2020 penambahan pasien positif. Pemerintah, pengusaha dan masyarakat harus bersinergi. Upaya yang dilakukan oleh tim gugus tugas penanangan Covid-19 tidak akan ada artinya tanpa sinergitas dan dukungan masyarakat.

Iklan
Petugas Satlantas Polresta Mataram menjaga ruas jalan Panca Usaha,Cakranegara. Arus lalu lintas dialihkan ke Jalan Ismail Marzuki dan Jalan Sriwijaya. (Suara NTB/cem)

Walikota menyampaikan, penutupan pusat perbelanjaan dan toko pakaian berdasarkan Surat Keputusan Gubernur NTB Nomor : 003.2-504 tentang penetapan Pelaksanaan Idul Fitri 1 Syawal 1441 Hijriah di Tengah Pandemi Covid-19.
“Dimana salah satu poinnya meminta dan mewajibkan agar menutup pusat perdagangan,mall dan toko pakaian yang menjadi pusat kerumunan warga. Oleh sebab itu, tim gabungan mulai hari ini sudah turun,”ujarnya.

Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Kota Mataram,Bayu Pancapati mengklarifikasi terjadi penambahan jumlah pusat perbelanja dan toko pakaian yang ditutup. Dari sebelumnya 18 menjadi 22 titik. Diantaranya, Lombok Epicentrum Mall, Mataram Mall, Transmart,Ruby Supermarket, Niaga Supermarket, Lotte Grosir, MGM,Hypermart, Giant, Rubby pakaian,MGM,Gallery Fashion,Fashion One,Roxi,Apollo,Sukses,Niaga, Bandung Collection,Boxi,Giggle Box,Airlangga Fashion dan Herron.

“Awalnya 18 titik. Tapi sebelumnya jalan penertiban ada lagi penambahan,”kata Bayu.
Pantauan Suara NTB,penertiban oleh tim gabungan dimulai dari Jalan Pejanggik menuju Jalan Selaparang. Selanjutnya, Jalan Panca Usaha, Jalan Airlangga dan Sriwijaya. Penutupan jalan di Jalan Panca Usaha menuju Jalan Ismail Marzuki dan Sriwijaya menimbulkan kemacetan. (cem)