Pengusaha Diingatkan Tak Ganggu Keindahan di Roi Pantai Gili

Tanjung (Suara NTB) – Pemerintah Daerah Kabupaten Lombok Utara (Pemda KLU) kembali memberikan peringatan kepada pengusaha yang mengganggu keindahan di roi Pantai Trawangan, Meno dan Air. Salah satunya dengan memberikan surat edaran tentang larangan menaruh kursi dan meja beserta atribut tertentu yang dapat mengurangi kenyamanan wisatawan. Ini merupakan bentuk tindak lanjut dari penertiban yang dilakukan kepada semua bangunan roi pantai pada Februari lalu.

“Memang benar ada surat edaran tentang larangan membangun atau menaruh kursi dan meja pada jam tertentu di roi pantai. Ini berlaku sampai ada Perbup dan Perda tentang pemanfaatan roi pantai di KLU,” kata Kepala Bidang Destinasi Dinas Pariwisata KLU, Bratayasa, Senin, 18 September 2017.

Iklan

Dalam surat edaran nomor 8864/22/BUP/2017 itu tertera beberapa aturan tentang pemanfaatan roi pantai. Diantaranya menyatakan bahwa kawasan roi pantai merupakan kawasan yang diperuntukkan untuk umum. Oleh karena itu setiap pelaku usaha yang memanfaatkan kawasan itu wajib memberikan akses yang seluas-luasnya untuk kepentingan berwisata. Selain itu, pengusaha juga harus terlebih dahulu berkoordinasi dengan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata sebelum memasang kursi, meja, sunbed dan alat perlengkapan olahraga air lainnya.

Bukan itu saja, bagi pengusaha yang menjual makanan dan minuman terlebih dahulu harus berkoordinasi dengan Dinas Pendapatan Daerah. Sedangkan batas waktu penggunaan sunbed dan alat olahraga pantai dimulai pada 06.00 hingga 18.00 Wita. Sedangkan batas waktu penggunaan meja dan kursi pada 16.00 hingga 24.00 Wita. Pengusaha juga dilarang untuk membuat pagar pembatas di semua kawasan roi Pantai Trawangan, Meno dan Air.

“Selain jam itu memang tidak diperbolehkan untuk menaruh sunbed, meja, kursi dan alat lainnya,” ujarnya.

Sebelumnya, Pemkab Lombok Utara telah melakukan pembongkaran sejumlah bangunan di tiga gili itu. Rencananya Pemkab akan melengkapi sejumlah fasilitas pendukung untuk memberikan rasa nyaman bagi wisatawan. Namun rencana itu masih dalam proses. Kedepannya, diharapkan tidak ada lagi bangunan permanen atau tidak yang ada di roi pantai. Sehingga wisatawan bisa lebih leluasa dalam menikmati keindahan pantai di kawasan tiga gili ini. (lin)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here