Pengusaha Berharap “Recovery” Terumbu Karang di Senggigi

Hermanto. (Suara NTB/dok)

Mataram (Suara NTB) – Para pengusaha di Senggigi meminta pemerintah memperhatikan kebeeradaan terumbu karang di sepanjang pantai Sengigi, Lombok Barat. Hal ini dianggap sangat penting, mengingat itu sebagai destinasi wisata legendaris di Pulau Lombok.

Senggigi sebelum booming sebagai destinasi wisata, adalah hamparan pesisir pantai yang menyajikan panorama keindahan pantai dan terumbu karangnya. Potensi tersebut kemudian dirusak dengan menambang terumbu karang sebagai kapur. Proses penambanganan itu mengakibatkan kerusakan yang sampai saat ini berat memulihkannya.

Iklan

Ketua Asosiasi Pengusaha Hiburan (APH) Senggigi, Hermanto mengemukakan hal ini, sejalan dengan semangat pemerintah Kabupaten Lombok Barat dan Provinsi NTB yang telah membangun komitmen menghidupkan kembali Senggigi. Recovery atau pemulihan terumbu karang di Senggigi, telah disampaikan kepada pemerintah daerah Kabupaten Lombok Barat. Lalu menyusul kepada Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi NTB. “Pengusaha minta pemerintah daerah mencanangkan transpalantasi terumbu karang di perairan Senggigi,” katanya kepada Suara NTB.

Recovery dengan transplantasi terumbu karang dapat melibatkan komunitas surfing yang biasanya berkegiatan di sepanjang pesisir Senggigi, dapat melibatkan masyarakat atau stakeholders lainnya. Alasan yang kuat untuk dorongan recovery terumbu karang di Senggigi ini mengingat Pantai Senggigi telah masuk menjadi daerah tujuan wisatawan. “Untuk tamu-tamu yang singkat kunjungannya berwisata, bisa lebih lengkap menikmati Senggigi dengan snorkeling,” imbuhnya.

Pantai Senggigi sangat representatif dengan lagunanya, blue coral, ombaknya tak besar juga tak terlalu kotor serta aman. Dibanding beberapa kawasan pesisir lainnya. Karakteristik wisatawan menurutnya tak hanya sekedar datang mandi di pantai dan berjemur. Snorkeling dapat melengkapi tujuan berwisata. “Kita berharap, rencana pemerintah untuk merevitalisasi Senggigi juga mencakup recovery kembali terumbu karangnya untuk lebih menghidupkan Senggigi,” demikian Hermanto.

Seperti diketahui, Pemprov NTB dan Kabupaten Lombok Barat beserta seluruh stakeholders lainnya telah bersepakat akan mervitalisasi kembali Senggigi sebagai destinasi wisata andalan. Bupati Lombok Barat, H. Fauzan Halid bahkan berencana akan membentuk badan pengelola khusus terkait dengan kepariwisataan di Senggigi dan akan membuat perencanaan-perencanaan yang berkaitan dengan pariwisata bersama dengan pelaku pariwisata itu sendiri. Sementara provinsi, seperti yang dikemukakan Sekda NTB, L. Gita Ariyadi, bahkan akan berkoordinasi dengan Badan Pertanahan Nasional (BPN) terkait  adanya lahan-lahan yang tidak terpakai dan yang ditinggalkan oleh investor di Senggigi untuk dioptimalkan. (bul)