Pengusaha Bangun Ruko, Taman Kota Dirusak

Mataram (Suara NTB) – Taman kota yang dibangun di Jalan Bung Hatta Kelurahan Rembiga, tak bisa bertahan lama. Taman sudah tertata rapi justru dirusak untuk keperluan akses jalan masuk pembangunan ruko oleh pengusaha.

Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kota Mataram, H. M. Kemal Islam mengungkapkan, pihaknya sudah berkoordinasi dengan Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu. Jika pembangunan ruko di Jalan Bung Hatta telah mengantongi izin mendirikan bangunan dan izin lokasi.

Iklan

Dari rencana pembangunan di sana tidak ada taman. Oleh karena itu, sebelum taman dibongkar harus diganti terlebih dahulu. “Saya minta diganti dengan luasan yang lebih luas,” kata Kemal, Kamis, 2 Maret 2017.

Luasan taman dirusak oleh pengusaha 160 meter. Tapi ini sudah diganti dengan luasan sekitar 200 meter di sepanjang jalan Udayana. Demikian pula dengan bunga – bunga yang turut menjadi korban.

Kemal tidak mengetahui seperti apa mekanisme pengeluaran izin. Sebab, Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu berwenang mengeluarkan izin. “Tanya yang memberikan izin. Kalau sudah ada izin saya menyerah,” keluhnya.

Mantan Kadis Pertamanan ini mengklaim, pemerintah tidak pernah merasa dirugikan. Penggantian dengan panjang 200 meter dengan kualitas bangunan fisik dan bunga yang sama justru menguntungkan pemerintah.

Ia menegaskan, dirusaknya taman demi kepentingan akses jalan masuk bukan berarti pemerintah kalah dengan pengusaha. Mereka (pengusaha) telah mendapatkan izin. Kecuali kata dia, tidak mengantongi izin tak mungkin pemerintah membiarkan.

Taman di Jalan Bung Hatta Kelurahan Rembiga dibangun tahun 2015 lalu. Bunga ditanam tahun 2016 serangkaian dengan gerakan menanam 1.000 bunga yang menghabiskan anggarakan sekitar Rp 1 miliar lebih. (cem)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here