Pengurusan Izin Lewat Program Daring Belum Populer

Mataram (Suara NTB) – Beberapa waktu lalu Badan Penanaman Modal dan Pelayanan Perizinan Terpadu (BPMP2T) Kota Mataram telah meluncurkan pelayanan pengurusan perizinan lewat internet atau sistem daring (online). Namun jenis pelayanan ini belum begitu populer di tengah masyarakat.

Para pengurus perizinan masih banyak yang memilih pola manual dengan mendatangi langsung Kantor BPMP2T di komplek Kantor Walikota Mataram. Untuk itulah BPMP2T berencana akan menggencarkan sosialisasi terhadap program barunya ini.

Kepala BPMP2T Kota Mataram, Drs. Cokorda Sudira Muliarsa menyampaikan pihaknya ingin mengubah pola pikir (mindset) masyarakat bahwa pelayanan pengurusan perizinan bisa didapatkan dengan lebih mudah dan efektif melalui internet. Masyarakat menurutnya perlu dibimbing sehingga bisa mengurus perizinan lewat sistem daring ini.

Mindset penggunaan masyarakat dalam penggunaan IT (perlu diubah). Masyarakat masih lebih suka secara manual,” ujarnya. Kendati demikian sejak diluncurkan beberapa waktu lalu terdapat peningkatan jumlah pengunjung melalui sistem daring ini walaupun jumlahnya tidak sebanyak yang datang secara manual.

BPMP2T Kota Mataram meluncurkan program baru ini untuk lebih memudahkan masyarakat. Pengurusan izin lewat sistem ini lebih efisien baik dari segi waktu maupun pembiayaan. “Masih perlu dibimbing karena ini terobosan baru,” ujarnya. Untuk memudahkan masyarakat, Cokorda menyampaikan akan dilakukan juga beberapa perubahan dalam sistem tersebut.

Dengan mengurus perizinan melalui sistem daring ini, warga tidak perlu datang berkali-kali ke Kantor BPMP2T. Pengecekan proses perizinan telah sampai sejauh mana juga bisa dilakukan dengan membuka situs resmi pelayanan daring ini. Jika telah selesai, warga tinggal datang untuk mengambil berkasnya.

Terkait tingkat permohonan perizinan setelah Lebaran, Cokorda menyampaikan jumlahnya mulai normal. Sebelumnya pada bulan puasa lalu terjadi penurunan sampai sekitar 25 persen. “Sudah mulai normal kembali pengurusan perizinan,” ujarnya. (ynt)