Pengunjung Pusat Perbelanjaan Dirapid Antigen

Tenaga kesehatan dari RSUD Kota Mataram memeriksa kesehatan seorang pengunjung di pusat perbelanjaan dengan menggunakan metode swab antigen, Sabtu, 16 Januari 2021. Sejumlah 30 sampel diambil secara acak. Hasilnya 18 sampel dinyatakan negatif. (Suara NTB/ist)

Mataram (Suara NTB) – Tim Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kota Mataram melakukan pemeriksaan kesehatan dengan metode rapid antigen secara acak terhadap pengunjung di pusat perbelanjaan, Sabtu, 16 Januari 2021. Pusat perbelanjaan merupakan salah satu tempat kerumunan, sehingga berpotensi terjadi penularan.

Pemeriksaan kesehatan melibatkan aparat kepolisian, TNI dan Satuan Polisi Pamong Praja serta petugas kesehatan dari Rumah Sakit Umum Daerah Kota Mataram. Dari 30 sampel diambil, 18 diantaranya negatif. “Kita siapkan 50 sampel tapi karena waktunya juga sedikit, kita cuma dapat 30 sampel. Alhmadullilah dari report sementara 18 orang negatif,” jelas Direktur RSUD Kota Mataram, dr. H. Lalu Herman Mahaputra dikonfirmasi Minggu, 17 Januari 2021.

Iklan

Swab antigen random terhadap pengunjung di pusat perbelanjaan tujuannya adalah mengurangi rantai penyebaran virus. Selain itu kata Jack, sapaan akrabnya, pemerintah ingin mencari kasus sebanyak mungkin, supaya tim gugus tugas bisa stressing dan treadment, sehingga puncak kasus penyebaran virus bisa ditemukan. Dan, Kota Mataram diharapkan bisa cepat keluar dari pandemi. “Kalau ndak gitu akan susah,” katanya.

Tim gugus tugas tidak mengarahkan pemeriksaan kesehatan di pusat perbelanjaan. Tetapi petugas menyasar kawasan – kawasan yang berpotensi terjadinya kerumunan. Jack menyampaikan, data kasus positif Covid-19 paling banyak adalah klaster perkantoran terutama instansi vertikal dan perbankan. Tingkat resistensi terpapar virus sangat tinggi karena mobilitasnya pegawai instansi vertikal sangat tinggi. Ketika kembali rupanya berstatus OTG dan berinteraksi dengan karyawan lain menyebabkan penularan. “Data sementara ini klaster perkantoran vertikal dan perbankan paling banyak terkonfirmasi positif,” sebutnya.

Dia menyebutkan, 30 sampel telah diambil dari pengunjung dan pegawai pusat perbelanjaan. Hasilnya pemeriksaan negatif. Pihaknya akan menyiapkan pemeriksaan kesehatan dengan metode swab antigen dan PCR masing – masing 50. Untuk mengantispasi penyebaran wabah di klaster perkantoran, pihaknya akan berkoordinasi dengan Polresta Mataram dan Dandim 1606 Lobar untuk menentukan lokasi sasaran pemeriksaan kesehatan. Tim gugus tugas bergerak secara diam – diam, sehingga tidak menimbulkan kegaduhan. “Kita akan bergerak secara silent,” ucapnya.

Di satu sisi, ia memperhatikan bahwa tingkat kesadaran pengunjung di pusat perbelanjaan sangat tinggi menerapkan protokol kesehatan. Rata – rata mereka menggunakan masker serta petugas mengecek suhu tubuh dan menyiapkan pencuci tangan. Dia mengherankan, klaster di pasar tradisional kemungkinan prokes kendor justru tidak muncul kasus baru. Pemeriksaan kesehatan dilakukan sebelumnya tidak menemukan pengunjung maupun pedagang positif. “Mungkin ini karena yang berada di indoor berpeluang terpapar virus. Kalau yang outdoor sementara itu belum ada saya lihat kasusnya,” demikian kata dia. (cem).

Advertisementfiling laporan pajak Jasa Pembuatan Website Profesional