Pengunjung Pasar Amahami Soroti MCK yang Kotor

Kondisi MCK di pasar Amahami yang kotor, dengan dinding dan lantai telah berlumut karena tak terawat, Kamis,  10 Oktober 2019. (Suara NTB/Uki)

Kota Bima (Suara NTB) – Pengunjung pasar Amahami menyoroti kondisi Mandi Cuci Kakus (MCK) di pasar setempat yang sangat kotor dan tidak terawat. Padahal penggunaannya tetap ditarik biaya retribusi.

“MCK di pasar amahami sudah seharusnya dibersihkan. Kondisinya kotor, seperti tidak terawat,” kata Elyas, Kamis,  10 Oktober 2019.

Iklan

Ia menilai kondisi MCK di pasar setempat tidak terawat, lantainya sudah hitam dengan tanah yang melekat sampai pada dinding tembok serta sudah dipenuhi sarang laba-laba.

Ironinya, kondisi MCK yang kotor tersebut tetap ditarik retribusinya. Para pengunjung harus membayar sebesar Rp2000 sekali masuk.  Elyas pun mempertanyakan hasil dari retribusi tersebut di tengah kondisi MCK yang kotor. “Digunakan untuk apa? kalau kondisi MCK yang kotor begini,” katanya.

Untuk itu, Elyas berharap kepada Pemerintah Kota Bima agar bisa melindungi hak-hak warganya, karena kebersihan MCK di tempat umum, seperti pasar akan mempengaruhi jumlah kunjungan.

Selain itu Ia juga tidak mempermasalahkan adanya penarikan retribusi saat pengunjung pasar menggunakan MCK. Hanya saja kondisinya harus tetap bersih. Tidak kotor dan terawat.

“Kalau MCKnya bersih, berapapun nominalnya pasti akan diberikan. Tapi kalau kotor begini, pasti banyak yang protes. Dan saya yakni tidak ada yang betah,” katanya.

Menanggapi hal itu, Kepala Dinas Koperasi Perdagangan dan Perindustrian (Diskoperindag) Kota Bima, Haris SH mengaku kaget dengan kondisi MCK di pasar Amahami yang kotor.

Akan tetapi informasi tersebut akan segera ditindaklanjuti, dengan menyampaikan langsung kepada pihak pengelola pasar. Sembari menegaskan MCK di pasar Amahami ada petugas kebersihan yang ditempatkan. “Keluhan-keluhan dari masyarakat ini akan segera kami tindaklanjuti secepatnya,” ujarnya. (uki)

Advertisementfiling laporan pajak Jasa Pembuatan Website Profesional