Pengunjuk Rasa di Mataram Disiapkan ‘’Rapid Test’’ Massal

Ilustrasi pengambilan sampel darah untuk rapid test. (ant/bali post)

Mataram (Suara NTB) – Satuan Gugus Tugas (Satgas) Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Mataram terus mengatensi gelombang demonstrasi yang masih terus terjadi di beberapa titik di Kota Mataram. Terutama terkait koordinasi dengan Satgas Covid-19 Pronvinsi NTB untuk mencegah munculnya klaster baru penyebaran virus tersebut dari aksi massa yang terjadi.

Juru Bicara Satgas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Mataram, I Nyoman Suwandiasa, menerangkan sampai saat ini penambahan kasus positif yang terjadi memang belum dapat terpantau berasal dari demonstrasi yang terjadi atau tidak. “Kita belum bisa tahu, karena demonya baru empat hari yang lalu,” ujarnya, Senin, 12 Oktober 2020.

Iklan

Kendati demikian, tidak menutup kemungkinan beberapa minggu mendatang kasus positif yang terjadi berasal dari aksi massa tersebut. Mengingat dalam kegiatan demonstrasi tersebut protokol kesehatan, khususnya pembatasan jarak, susah diterapkan.

Sebelumnya aksi massa yang terjadi sebagai bentuk penolakan mahasiswa dan kelompok masyarakat atas ditetapkannya Undang-Undang Cipta Kerja Omnibus Law oleh pemerintah pusat beberapa waktu lalu. Karena menjadi ibu kota provinsi, beberapa titik di Kota Mataram dipadati ribuan dimonstran. Antara lain di depan Kantor DPRD NTB di Jalan Udayana hingga di depan Kantor Gubernur NTB di Jalan Pejanggik.

Menurut Nyoman, sebagai langkah antisipasi beberapa daerah lain yang juga mendapati gelombang demonstrasi serupa melakukan rapid test massal bagi peserta demonstrasi. Namun khusus di Kota Mataram hal tersebut belum dapat dilakukan.

“Situasinya berbeda. Bukan kita tidak ingin melakukan, tapi dinamika di lapangan belum bisa kita prediksi apa yang terjadi. Jangan sampai gugus tugas jadi melakukan rapid test, malah menjadi korban ekses dari demo itu. Itu yang tidak kita inginkan,” jelasnya.

Untuk itu, pihaknya barharap adanya inisiatif yang diambil bersama-sama dengan Satgas Covid-19 Provinsi NTB. Terutama untuk memfasilitasi rapid test massal bagi demonstran tersebut.

“Sepertinya (rapid test massal) itu selama ini tugas Satgas Provinsi. Di daerah lain banyak yang melakukan rapid test di tempat untuk peserta demo. Nah, kita belum dapat informasi itu apakah Satgas di Provinsi melakukan itu,” ujar Nyoman.

Selain itu, aksi massa yang terjadi selama ini didampingi oleh pihak kepolisian baik dari Polda NTB maupun Polresta Mataram. Mengikuti rekomendasi dari pihak kepolisian tersebut, Nyoman menekankan Satgas Covid-19 Kota Mataram siap melakukan langkah-langkah antisipasi jika diperlukan.

“Selama ini demo itu didampingi penuh oleh kepolisian. Kalau kepolisian meminta kita dari gugus tugas, tim kita untuk melakukan rapid, pasti kita lakukan. Tapi belum ada permintaan itu dari kepolisan yang memang punya kewenangan untuk itu,” tandasnya. (bay)

AdvertisementJasa Pembuatan Website Profesional