Pengungsi Pondok Perasi Butuh Air Bersih

Salah satu pengungsi Pondok Perasi sedang menimba air di sumur swadaya buatan warga. Mereka meminta perhatian pemkot soal air bersih, sebab air sumur mulai mengeluarkan bau tidak sedap, terlebih mereka kini sudah mulai menempati Huntara. (Suara NTB/ist)

Mataram (Suara NTB) – Setelah menempati hunian sementara (Huntara), Warga Pondok Perasi membutuhkan air bersih. Pasalnya, pemerintah kota Mataram belum bisa menyuplai air bersih dari PDAM ke lokasi Huntara. Warga Pondok Perasi pun masih kesulitan mendapat air bersih.

Ditemui Suara NTB, salah satu warga Pondok Perasi, Dal’in (65) menyebutkan, selama berada di pengungsian, hampir semua warga kesulitan mendapat air bersih. Warga memang sudah membuat satu sumur untuk memenuhi kebutuhan mandi dan mencuci semua warga.

Iklan

“Tapi kan air sumur yang dibuat warga secara swadaya ini bau dan payau. Jadi hanya bisa dipakai mandi dan mencuci saja. Sedangkan untuk air minum, kita kesusahan,” terangnya, Jumat, 14 Februari 2020.

Senada dengan Dal’in, salah satu ibu rumah tangga warga Pondok Perasi, Siti (45) mengatakan, kondisi sumur di depan Huntara tempat tinggal warga sudah menimbulkan bau tak sedap. Dikarenakan pembuagan air bekas mandi warga tertampung tak terbuang ke septic tank.

Bukan hanya itu kata Siti, ia pun meminta agar pemkot Mataram segera mengaliri air PAM dari PDAM untuk memenuhi kebutuhan air bersih selama berada di Huntara. “Kita minta segera, berhubung kita sudah menetap di Huntara. Kita menetap juga kan pasti lama. Jadi harus ada langkah Pemkot menyuplai air bersih,” pungkasnya.

Sebagai leading sector penanganan warga Pondok Perasi, Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman kota Mataram, H. Kemal Islam mengatakan, saat ini Pemkot tengah berupaya keras mengaliri listrik ke Huntara. Tak hanya itu, Pemkot Mataram juga akan merapikan lokasi Huntara.

Di depan Huntara kata Kemal, akan dipasang paving blok selebar satu meter. Untuk kebutuhan air bersih sendiri kata dia, pihaknya sudah berkoordinasi dengan Dinas PUPR kota Mataram.

“Saya sudah koordinasi sama Dinas PUPR, mungkin saya minta salah satu alternatif untuk masukkan pipa PDAM ke sana,” imbuhnya.

“Khusus untuk air minum, warga masih bisa pakai swadaya. Untuk sumur yang dibuat warga secara swadaya itu, kalau hujan memang bau. Tapi kalau digali agak dalam, pasti tidak menimbulkan bau,” kata Kemal.

Kemal menargetkan, warga Pondok Perasi sudah bisa menempati Huntara dengan senang. Bukan hanya itu, Pemkot juga berencana membuat sumur galian untuk warga Pondok Perasi dengan lebih dalam dari sumur yang dibuat warga secara swadaya.

“Makanya nanti dibuatkan sumur lebih dalam, kita pasangkan beton juga agar tidak masuk airnya kembali (ke sumur) agar air sumur lebih sehat,” jelasnya. Pihaknya menargetkan minggu ke dua bulan Februari, listrik dan air bersih sudah dapat disuplai ke Huntara. (viq)