Pengungsi Bertambah Pascabanjir Sambelia

Pengungsi banjir bandang di Sambelia yang menempati musala di dusun setempat. (Suara NTB/pusdalops)

Mataram (Suara NTB) – Jumlah pengungsi korban banjir di Desa Obel – obel, Kecamatan Sambelia, Kabupaten Lombok Timur (Lotim) bertambah. Per Senin, 24 Februari 2020, terdata kerusakan empat unit rumah dan tanggul pembatas sungai dengan pemukiman warga jebol.  Sementara korban masih menempati tenda- tenda pengungsian yang disiapkan BPBD.

Data awal sebelumnya jumlah pengungsi 59 KK atau 250 jiwa. Selain itu terdata juga empat rumah rusak ringan dari 59 yang dilaporkan terendam banjir sebelumnya.

Iklan

‘’Rumah warga rusak ringan sebanyak 4 unit, sedangkan kerusakan infrastruktur berupa tembok sisi barat masjid Darul Qur’an jebol,’’ ujar Kepala Pelaksana BPBD NTB, H. Ahsanul Khalik, S.Sos,MM.

Selain kerusakan tersebut, Ahsanul menyebut, tanggul sungai pemukiman jebol di tiga titik dan jaringan perpipaan air bersih warga sepanjang 3 Km rusak terbawa banjir. Sementara warga terdampak sesuai data terbaru bertambah, berjumlah 81 KK atau 255 jiwa.

‘’Untungnya tidak ada korban jiwa akibat bencana banjir bandang ini,’’ ujarnya.

BPBD Provinsi NTB  bersama BPBD Lombok Timur masih melakukan upaya darurat pascabanjir bandang di dua dusun hingga  Senin, 24 Februari 2020 pagi kemarin. Tim diterjunkan ke dua dusun terdampak, Dusun Melempo dan Dusun Mentareng di Desa Obel Obel, Kecamatan Sambelia.

BPBD dan instansi lainnya bekerja sama dalam upaya darurat, khususnya penanganan warga yang dievakuasi ke pengungsian. Sebab meski genangan telah surut, sejumlah warga mengungsi di tenda darurat dan musala di Dusun Melempo. Sementara sisa material banjir bandang dan lumpur masih terus dibersihkan oleh warga masyarakat yang dibantu petugas.

Ditambahkan Ahsanul Khalik, warga terdampak kekurangan air bersih. Sehingga suplai air bersih terus dimaksimalkan  menggunakan mobil Damkar dan bantuan logistik lain berupa permakanan dan air mineral.

Lebih dari 150 personel gabungan membantu upaya penanganan darurat tersebut. Terdiri dari TRC BPBD, tim SAR, Satpol PP, Bakesbangpol Depdagri, Dinas Perhubungan, Dinas PUPR, Dinas Sosial, Dinas Kesehatan, aparat pemerintah kecamatan, forkopimda Sambelia, TNI, Polri. (ars)