Pengungsi Bencana Banjir dan Longsor di Gunung Sari Masih Bertahan di Tenda Evakuasi

Mataram (suarantb.com) – Hujan lebat di wilayah Mataram pada Jumat, 7 Oktober 2016, menyebabkan banjir dan longsor di Dusun Baret Kokoq dan Dusun Ladungan, Desa Guntur Macan, Kecamatan Gunung Sari. Meskipun tidak ada korban jiwa, namun warga masih mengungsi di tenda evakuasi dan masjid.

Hujan dengan intensitas yang tinggi membuat alat deteksi tanah longsor yang terpasang di atas tebing Dusun Ladungan berbunyi. Seketika itu warga menjadi panik dan berhamburan ke luar rumah. Warga kemudian bersiaga dengan mengungsikan warga lanjut usia, anak-anak, dan perempuan ke tempat yang dinilai aman.

Iklan

kemensos

Warga Desa Guntur Macan mengungsi di tenda evakuasi dan masjid, Sabtu, 8 Oktober 2016 (suarantb.com/ist)

Beberapa tanah pada tebing terlihat mengalami longsor skala kecil. Sementara di Dusun Baret Kokoq terjadi banjir. Banjir disebabkan air Sungai Guntur Macan yang meluap dan merendam persawahan warga.

Seorang Bhabinkamtibmas Desa Guntur Macan, mengatakan beberapa desa di Gunung Sari rawan terkena longsor. Menurutnya, longsor disebabkan kemiringan tanah pada wilayah sekitar Gunung Sari.
“Beberapa desa rawan terkena bencana tanah longsor dan banjir. Itu disebabkan oleh kemiringan tanah yang ada di sekitar pemukiman penduduk. Untuk mengakses jalur ke Desa Guntur Macan diperlukan kehati-hatian. Jalur yang cenderung ekstrem disebabkan licinnya permukaan tanah dan beberapa tanah yang mudah gembur tergerus air,” ujarnya.

Hingga saat ini, korban membutuhkan uluran pemerintah dalam membantu mereka. Korban yang masih berada di lokasi pengungsian dalam keadaan baik, namun bantuan oleh pemerintah diharapkan menghampiri mereka. (szr)