Pengungsi Anak-anak di Mataram akan Jalani Terapi Pemulihan Trauma

Mataram (Suara NTB) – Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kota Mataram, Hj. Dewi Mardiana Ariany berencana akan memberikan pemulihan trauma bagi anak-anak di Kota Mataram. Bahkan pihaknya sudah melatih beberapa orang untuk dapat membuat konsep pemulihan trauma yang bekerjasama dengan psikolog anak.

“Tentu kita akan buat pemulihan trauma kepada anak-anak kita. Tapi kita tunggu dulu kondisinya agak memungkinkan. Apalagi sekarang masih banyak yang lebih memilih tinggal di tenda pengungsian,” ujarnya.

Iklan

Ia melihat pentingnya pemulihan trauma ini sebab banyak anak yang masih merasa takut berada di dekat gedung. Sehingga dikhawatirkan mereka tidak dapat beraktivitas seperti biasanya akibat dari trauma yang dideritanya.

“Kita berharap gempa susulan tidak ada lagi. Sehingga warga dapat kembali beraktivitas seperti biasa dan kita bisa melakukan berbagai program kita,” ujarnya.

Ia mengingatkan agar para perempuan atau ibu-ibu beserta anaknya untuk tetap menjaga kondisi kesehatannya selama berada di tenda pengungsian. Ia berharap semua dalam keadaan baik dan sehat hingga kembali beraktivitas seperti biasa.

“Untuk penanganan pemulihan trauma ini kita sudah kirim dua orang tenaga kita untuk mengikuti pelatihan pemulihan trauma yang diselenggarakan oleh Pemerintah Provinsi NTB,” ujarnya.

Ia juga berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan Kota Mataram agar di sekolah juga secara rutin dilakukan pemulihan trauma oleh guru-guru terkait. Sehingga dapat mengurangi trauma anak-anak sebelumnya merasakan secara langsung kepanikan pada saat musibah gempa mengguncang seisi Pulau Lombok.

“Teknisnya itu Dinas Pendidikan yang atur bersama masing-masing sekolah. Tentu saja pemulihan trauma ini masih menjadi prioritas terutama bagi anak-anak yang sudah mulai masuk sekolah,” ujarnya. (lin)

  Kunjungi NTB, Ini Pesan Sri Sultan HB X

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here