Pengunggah dan Penyebar Video Asusila Jadi Tersangka

Ivan Roland Cristofel. (Suara NTB/Jun)

Dompu (Suara NTB) – Penyidik Satreskrim Polres Dompu, kembali menetapkan dua orang tersangka dalam kasus penyebaran video asusila oknum anggota polri di ruang isolasi rumah sakit umum. Mereka yakni pemilik akun facebook Kejora Paramita inisial S alias B dan Imran Kasiri atau IK. Penyematan status baru terhadap keduanya itu, akan langsung dibarengi upaya penahanan di Rutan Mapolres, Rabu, 27 Januari 2021.

Kasat Reskrim Polres Dompu, Iptu Ivan Roland Cristofel, S. TK., kepada wartawan menyampaikan, setelah sebelumnya dua orang tenaga kesehatan rumah sakit ditetapkan sebagai tersangka, kini giliran S alias B dan IK. Mereka diduga menjadi bagian dari sumber beredarnya video mesum berdurasi 1 menit 30 detik itu. “Setelah melakukan penyelidikan dan kita naikan ke tahap penyidikan, kita tetapkan dua orang tersebut sebagai tersangka. Mereka dijerat Undang-undang ITE,” terangnya.

Iklan

Dengan tambahan dua orang itu, maka sudah ada empat tersangka dalam kasus penyebaran video mesum oknum anggota polri di ruang isolasi rumah sakit. Kemungkinan untuk bertambah lagi, masih belum berani dipastikan.

Berdasarkan hasil pemeriksaan terhadap S alias B dan IK, lanjut Ivan Roland Cristofel, diketahui bahwa motif penyebaran video itu selain agar diketahui masyarakat luas, juga ingin APH menindak tegas terduga pelaku mesum. Meski tujuannya baik, namun sayang cara yang dipakai keliru lantaran isi unggahan mengandung tindakan asusila. “Itukan memuat video asusila, kalau memang ingin melapor laporkan secara resmi ke Polres Dompu,” jelasnya.

Tersangka IK mengantongi video tersebut dari salah seorang rekan untuk keperluan diskusi. Namun rupanya, tanpa hak ia justru menstransmisinya pada pihak lain yang berujung ungahan status di akun facebook. Sehingga adegan tersebut mulai beredar luas di tengah masyarakat.

Jika nakes rumah sakit inisial A dan Hm menjadi tersangka akibat ulahnya merekam serta membagikan video mesum oknum anggota polri. S alias B dan IK ditetapkan karena membuat video tersebut viral di media sosial.

Sementara disinggung progres penanganan terhadap oknum anggota polri inisial F, Ivan Roland Cristofel meyakinkan, bahwa pemeran utama dalam video panas itu masih dalam penyelidikan. Sementara pasangannya, belum bisa dimintai keterangan karena dalam masa isolasi setelah terkonfirmasi positif Covid-19. “Anggota sedang dipriksa propam untuk pelanggaran disiplinnya, untuk kode etik nanti setelah ada putusan pengadilan,” pungkasnya. (jun)

Advertisementfiling laporan pajak Jasa Pembuatan Website Profesional