Penguatan Kapasitas Komisioner, Bawaslu NTB Gelar TOT Pengawasan Partisipatif

Pimpinan Harian Suara NTB, H. Agus Talino memberikan materi terkait peran media massa dalam konsolidasi demokrasi pada kegiatan TOT pengawasan partisipatif yang diselenggarakan Bawaslu Provinsi NTB.(Suara NTB/Humas)

Mataram (Suara NTB) – Bawaslu Provinsi NTB terus berupaya meningkat kapasitas kelembagaannya dengan menggelar Training Of Trainer (TOT) pengawas partisipatif bagi jajarannya di Bawaslu tingkat Kabupaten/Kota se-NTB pada Kamis, 16 September 2021.

Kegiatan TOT tersebut membahas empat materi pokok yakni demokrasi dan Pemilu, kemudian peran pengawasan partisipatif publik, selanjutnya fungsi media dalam konsolidasi demokrasi dan terakhir adalah penguatan kapasitas fasilitasi dalam menarik partisipasi publik dalam kegiatan pengawasan.

Iklan

TOT pengawasan partisipatif yang diselenggarakan Bawaslu NTB tersebut menghadirkan empat orang pembicara diantaranya praktisi media massa yakni  Pimpinan Harian Suara NTB, H. Agus Talino, kemudian Ketua Jaringan Demokrasi Indonesia (JaDI) NTB, Lalu Aksar Ansori dan dua orang dari internal Komisioner Bawaslu, Umar Achmat Seth dan Suhardi.

Ketua Bawaslu Provinsi NTB Muhammad Khuwailid yang dikonfirmasi di sela-sela kegiatan TOT menerangkan bahwa tujuan dari pelaksanaan TOT tersebut sebagai bagian dari persiapan lembaganya dalam menghadapi pemilu serentak tahun 2024 mendatang.

“Selain melakukan persiapan pengawasan tahapan pemilu 2024, TOT ini juga menjadi bagian dari menyiapkan diri bagaimana pemahaman, pengetahuan dan kemampuan dari Bawaslu itu sendiri harus di upgrade terkait isu-isu demokrasi,” ujarnya.

Menurut Khuwailid pihaknya sangat penting untuk memberikan penguatan kepada jajarannya terkait pemahaman dengan isu-isu demokrasi terkini yang kaitannya dengan pelaksanaan tugas pengawasan Pemilu. “Harapannya kita punya metode yang sama terkait penguatan Demokrasi, kita punya persepsi, gerak dan cara yang sama dalam memberikan ruang untuk peran-peran publik dalam berpartisipasi di pemilu,” ujarnya.

Kegiatan TOT pengawasan partisipatif tersebut diikuti seluruh komisioner Bawaslu Kabupaten/Kota se NTB sebagai pesertanya. Pihaknya berharap dari kegiatan TOT ini, jajaran Bawaslu Kabupaten/Kota bisa mendorong peningkatan partisipasi publik.

“Bagaimana peningkatan peran publik dalam pengawasan pemilu. Karena bicara soal demokrasi salah satu indikator kita ada menguatnya peran publik dalam seluruh proses pemilu. Sehingga demokrasi kita benar-benar sudah terkonsolidasi,” ungkapnya. (ndi) 

Advertisement Jasa Pembuatan Website Profesional