Pengoperasian TPST Lotim Terkendala Listrik

Inilah alat-alat yang terdapat pada TPST Lotim. Sampai saat ini, gedung ini dioperasikan masih secara manual. (Suara NTB/yon)

Selong (Suara NTB) – Keberadaan Tempat Pembuangan Sampah Terpadu (TPST) Lombok Timur (Lotim) belum dapat beroperasi maksimal. Pasalnya, proyek yang dibangun pada tahun 2016 ini masih terkendala sarana pendukung, salah satu yang paling krusial yakni masalah kelistrikan sebagai sumber utama di dalam menghidupkan panel, mesin pencacah, dan sarana pendukung lainnya.

Proses pemilahan dan pengolahan sampah di tempat ini sebelumnya dilakukan uji coba pada tahun 2017 lalu selama tiga bulan, yakni bulan September, Oktober, November. Uji coba itu menghasil pupuk dan gas cukup bagus. Setelah itu tidak ada lagi aktivitas apapun. Proses pengolahan sampah terhenti karena terkendala sarana pendukung.

Iklan

Selain itu, keberadaan sarana pendukung lainnya berupa kontainer yang cepat rusak, sehingga diharapkan untuk satu bulan ke depan dapat lebih lengkap.”Kita masih terkendala listrik yang menjadi sumber utama,”ujar Zainal Arifin, ditemui Suara NTB di TPST Lotim yang terletak di Kelurahan Ijobalit, Senin,  25 Februari 2019.

Zainal Arifin merupakan satu dari puluhan pekerja yang ditempatkan oleh DLHK Lotim bertugas di TPST. Meski belum dapat beroperasi maksimal, keberadaan TPST ini sudah mampu menghasilkan pupuk walaupun kegiatan yang dilakukan masih menggunakan secara manual. Artinya, untuk sampah yang sudah didroping ke lokasi ini dilakukan pemilahan secara manual, kemudian dimasukkan ke dalam ruang kompos sebanyak 20 unit, disiram selama 21 hari dengan 1 hari disiram 3 kali selama 5 menit. Tujuannya untuk penghancuran sampah. “Saat ini masih melakukan pemilahan sampah secara manual, mesin belum dapat beroperasi,” ujarnya. (yon)