Pengiriman PMI dari NTB Menunggu Sisko P2MI

T. Wismaningsih Drajadiah (Suara NTB/bay)

Mataram (Suara NTB) – Pembukaan pengiriman Pekerja Migran Indonesia (PMI) dari NTB sampai saat ini masih dalam proses. Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Trasnmigrasi (Disnakertrans) NTB, Dra. T. Wismaningsih Drajadiah, menerangkan hal tersebut masih menunggu pembukaan di Sistem Komputerisasi Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (Sisko P2MI).

‘’Jadi kalau itu belum terbuka, masyarakat belum bisa berangkat,’’ujar Wismaningsih, Rabu, 9 September 2020 di Mataram. Kendati demikian, jika telah resmi dibuka nanti seluruh calon PMI yang terdaftar di sistem tersebut akan menjadi prioritas untuk pemberangkatan.

Iklan

Diterangkan, saat ini ada 12 negara penempatan yang telah dibuka kembali. Khusus untuk NTB, negara penempatan yang memungkinkan adalah Taiwan dan Hong Kong. Mengingat Malaysia sebagai negara penempatan dengan jumlah peminat paling banyak masih menutup aksesnya.

Selain itu, penutupan pengiriman PMI sejak maret lalu diakui menimbulkan penumpukan gelombang kerja. Antara lain dengan banyaknya calon PMI yang telah menerima id card dan sudah terdata pada Sisko P2MI. Bahkan ada yang telah memiliki paspor dan tinggal berangkat menuju negara penempatan.

‘’Ada juga yang sudah sampai Jakarta dan akhrinya kembali ke daerah. Mereka ini yang tadinya akan didahulukan. Cuma tanggal berapanya itu teknis operasionalnya Sisko yang akan dibuka. Karena belum dibuka jadi belum diberangkatkan,’’ jelas Wismaningsih.

Sebagai informasi, Kementerian Ketenagakerjaan dan Transmigrasi (Kemenaker) RI sebelumnya mengeluarkan Peraturan Menteri Nomor 151 Tahun 2020 tentang Penghentian Sementara Penempatan Pekerja Migran Indonesia. Namun peraturan tersebut dicabut pada 17 Agustus lalu dengan pembukaan 12 negara pempatan untuk tujuan pengiriman PMI.

‘’Artinya ini sudah akan dibuka dan sudah akan boleh di kirim PMI-PMI ini untuk ke negara sasaran. Hanya saja, negara penempatan yang sudah buka dan menjadi sasaran kita (hanya) Hong Kong dan Taiwan,’’ jelasnya. Sampai saat ini pihaknya masih menunggu arahan lebih lanjut. ‘’Memang yang banyak peminat lama. Yang tadinya sudah terdaftar mau berangkat seperti ke Malaysia, Singapura, Timur Tengah, tapi itu negaranya yang belum buka,’’ katanya. (bay)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here