Pengiriman Pekerja ke Luar Negeri Terhenti

H. Muhammadun. (Suara NTB/bul)

Mataram (Suara NTB) – Sejumlah negara telah menutup diri, setelah merebaknya virus corona. Program pengiriman pekerja ke luar negeri juga dihentikan, sampai batas waktu yang belum ditentukan. Ketua Asosiasi Perusahaan Jasa Tenaga Kerja Indonesia (Apjati) Provinsi NTB, H. Muhammadun menegaskan soal penghentian sementara ini pengiriman Pekerja Migran Indonesia (PMI) ini.

Kepada Suara NTB di Mataram, Kamis, 5 Maret 2020, Owner PT. Tekad, Lelede Lombok Barat imi mengatakan sebetulnya sangat berharap tidak ada penghentian dari negara-negara tujuan. Karena sifatnya global, dampak virus corona ini, maka dimaklumi. Tinggal menunggu kebijakan pemerintah atau negara yang menjadi tujuan penempatan. Kapan akan membuka kembali pintu – pintu masuk di negaranya untuk orang asing.

Iklan

“Timur Tengah saat ini sudah menutup diri. Bahkan umrah dan haji ke Arab Saudi tidak bisa sementara ini. Karena ini bukan kebijakan pemerintah kita, ya kita tetap ikuti aturan,” ujarnya. Selain Arab Saudi, pengiriman tenaga kerja ke Malaysia, dan negara-negara di Asia Tenggara juga sementara ini dihentikan. Sampai situasi kondusif kembali. Namun rekrutmen tetap dilakukan, khususnya untuk penempatan ke Timur Tengah.

Sejak dibuka pengiriman tenaga kerja ke Timur Tengah (Arab Saudi) melalui satu pintu, jumlah peminatnya cukup banyak kata H. Muhammadun. Pendaftaran melalui PT. Bursa Usaha Migrant Indonesia (BUMI) di sekretariat Apjati NTB setiap harinya masuk. Bahkan sejumlah calon PMI yang akan diberangkatkan juga akan mengikuti program pelatihan di Balai Latihan Kerja (BLK) Luar Negeri. Untuk dilatih menjadi tenaga terampil (skill).

“Sambil proses rekrut tetap jalan. Sampai menunggu terbuka kembali negara-negara tujuan penempatan,” jelas H. Muhammadun. Diketahui NTB secara resmi menjadi pilot project pelaksanaan Job Fair ke Arab Saudi melalui sistem satu kanal. Pengiriman PMI atau yang sebelumnya Tenaga Kerja Indonesia (TKI) melalui PT. BUMI. Bekerjasma dengan salah satu perusahaan penempatan di Arab Saudi, yaitu Syarikah.

Penempatan pekerja ke Arab Saudi menggunakan sistem satu kanal ini dilakukan di tengah berlakunya moratorium pengiriman pekerja ke Timur Tengah. untuk satu semester ujicoba pengiran satu kanal ini, direncanakan akan menempatkan sebanyak 9.000 pekerja asal Indonesia. Diharapkan 70 persennya diisi oleh PMI dari NTB. Rencananya, pengiriman ke Arab Saudi sudah mulai dilakukan. Namun tertunda karena virus corona. (bul)