Penginapan dan Hiburan Ilegal Ditertibkan

Satpol PP saat turun menertibkan penginapan dan hiburan ilegal di Suranadi-Narmada belum lama ini. (Suara NTB/ist)

Giri Menang (Suara NTB) – Pemda Lombok Barat (Lobar) telah membahas penertiban homestay (penginapan) dan hiburan ilegal yang marak di kawasan wisata Suranadi Kecamatan Narmada. Pemda pun sudah mengambil langkah-langkah penanganan, baik oleh Satpol PP, desa dan pihak kecamatan.

Asisten I Setda Lobar, H. Ilham menegaskan penanganan penertiban penginapan dan hiburan ilegal yang dikeluhkan warga sudah dimulai melalui rapat koordinasi dengan instansi terkait pekan kemarin. Hasil rapat itu, dirinya sudah memerintahkan OPD bergerak turun dan Satpol PP sudah turun melakukan penertiban. “Semua yang tak punya izin (ilegal) kita harus tertibkan. Ada dua pilihan di sana. Ada homestay dan kafé (hiburan), kalau kafé tidak boleh di situ,” tegasnya, akhir pekan kemarin.

Iklan

Alasan tidak diizinkan kafe di Suranadi, karena mengacu tata ruang. Sehingga kalau ada muncul di sana maka harus ditertibkan. Berbeda dengan penginapan dibolehkan, karena di sana kawasan wisata. Bagi penginapan yang tak berizin, maka didorong harus segera mengurus perizinannya. Begitu juga, yang izinnya sudah mati harus segera memperpanjang. “Selanjutnya tidak ada lagi tambahan kegiatan (ilegal),” tegas dia.

Dalam hal ini, ujarnya, Satpol PP tidak bisa sendiri, karena harus ada OPD terkait juga turun seperti Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag), karena menyangkut penjualan miras di sana, DPMPTSP terkait perizinan penginapan dan Dinas Pariwisata menyangkut masalah penataan wisata. Semua OPD inipun sudah dikumpulkan dalam rapat koordinasi tersebut. “Semua pihak harus melaksanakan tugas dan fungsinya masing-masing, kalau ada yang belum bergerak seperti yang kita sepakati,nanti kita ingatkan dia supaya dia bergerak sesuai tugas pokok masing-masing,”jelas dia.

Sementara itu, Kabid Penegakan Perda (Gakda) Satpol PP Lobar, Zuhandi Bahari menegaskan pihaknya sudah menutup satu kafe ilegal. Dua kafe tuak lainnnya tengah dalam proses penanganan. “Kita tidak lembek, kita sudah tangani (tutup) satu, bertahap dua lagi dalam proses,” tegas dia.

Penanganan yang dilakukan bertahap, dari tiga yang ditangani satu sudah ditutup. Rencananya, Senin ini pihaknya akan bersurat ke pengelola. Kalau tidak dihiraukan juga maka akan ditindak. Sama halnya dengan karaoke, tetap tidak dibolehkan di sana. Termasuk penanganan perempuan penghibur akan ditangani semuanya.  (her)