Penghapusan Pajak Mobil Baru Belum Dongkrak Pembiayaan

Hadi Sutarno. (Suara NTB/bul)

Mataram (Suara NTB) – Pemberlakukan peniadaan pajak penjualan atas barang mewah (PPnBM) sampai nol persen atas pembelian mobil baru rupanya tidak besar pengaruhnya mendongkrak pembiayaan yang disalurkan oleh finance. Ketua Asosiasi Perusahaan Pembiayaan Indonesia (APPI) Provinsi NTB, Hadi Sutarno kepada Suara NTB menyampaikan, pengaruhnya penghapusan PPnBM sangat kecil.

“Ada kenaikan (pembiayaan mobil baru, sedikitlah,” ujarnya. Apalagi PPnBM diberlakukan bukan untuk kendaraan – kendaraan niaga yang pangsa pasarnya besar di NTB. PPnBM hanya berlaku untuk kendaraan passenger (mobil penumpang). Secara pasti, Hadi mengatakan pengaruh penghapusan PPnBM beberapa bulan harus dilihat dari angka penjualan di dealer.

Iklan

“Kalau penjulan kendaraan baru banyak, pasti efeknya ke kami. Penjualan meningkat. Tapi kecil terlihat. Sebetulnya karena keadaan ekonomi masyarakat saja,” imbuhnya. Kementerian Keuangan RI memberlakukan kebijakan menggratiskan pajak penjualan atas barang mewah alias PPnBM atas pembelian mobil baru. Melalui Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 20/PMK.010/2021 tentang PPnBM atas Penyerahan Barang Kena Pajak yang Tergolong Mewah Berupa Kendaraan Bermotor Tertentu yang Ditanggung Pemerintah Anggaran 2021, pemerintah memangkas PPnBM hingga akhir 2021 ini dengan tarif yang turun berjenjang selama tiga bulanan.

Pasal-pasal di dalam kebijakan ini mengatur, antara lain, insentif PPnBM mobil ini berlaku untuk jenis sedan atau station wagon dengan motor bakar cetus api atau nyala kompresi (diesel atau semi diesel) dengan kapasitas isi silinder sampai 1.500 cc. relaksasi PPnBM juga berlaku untuk kendaraan bermotor pengangkutan kurang dari 10 orang,  termasuk pengemudi sedan atau station wagon, dengan motor bakar cetus api atau nyala kompresi dengan sistem satu gardan penggerak 4×2 berkapasitas isi silinder sampai 1.500 cc.

Relaksasi PPnBM berlaku mulai Maret hingga Desember 2021 dengan tarif bertahap. yaitu, pemerintah memangkas tarif PPnBM atas pembelian mobil baru sesuai kriteria di atas sebesar 100 persen mulai 1 Maret- Mei 2021. Tarif PPnBM yang berlaku pada Juni sampai Agustus 2021 berkurang menjadi 50 persen. PPnBM bagi mobil baru untuk periode September sampai Desember 2021 berkurang lagi menjadi hanya 25 persen. Mobil-mobil yang dibebaskan PPnBM non persen diantaranya, Toyota (Yaris, Vios, Sienta, Avanza, Rush, Raize). Daihatsu (Xenia , Luxio, ,Terios, ,Rocky). Mitsubishi (Xpander ,Xpander Cross, Nissan Livina). Honda (Brio RS,BRV, Mobilio). Suzuki (New Ertiga,  XL 7, ) dan  Wuling (Confero). (bul)

Advertisement Jasa Pembuatan Website Profesional