Penghapusan Pabrik Es Poto Tano Masih Berproses

Pabrik Es Poto Tano. (Suara NTB/ist)

Taliwang (Suara NTB) – Usulan penghapusan bangunan pabrik es Poto Tano dari inventaris aset daerah Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) sejauh ini masih berproses. Badan Pendapatan Aset Daerah (BPAD) setempat menyebutkan, usulan dari Dinas Perikanan (Diskan) tersebut tengah dibahas oleh tim penghapusan.

“Masih digodok oleh tim penghapusan aset sementara ini,” sebut kepala BPAD KSB, Muhammad Yusuf kepada wartawan, Kamis, 15 Oktober 2020.

Iklan

Ia menjelaskan, usulan Diskan untuk menghapus pabrik es Poto Tano itu telah masuk sejak awal tahun lalu. Adapun alasannya, kondisi bangunan pabrik berikut peralatannya sudah tidak memungkinkan untuk dipertahankan. Biaya untuk merehabilitasi seluruh fungsi pabrik tidak lagi memenuhi perhitungan ekonomis. “Kerusakan gedung berikut peralatannya sudah sangat parah. Jadi kalau diperbaiki untuk kemudian diupayakan dioperasikan lagi tidak masuk hitungannya (rugi),” tuturnya.

Di tim penghampusan aset sendiri, kajian diperlukan untuk memperkuat argumentasi pelepasan pabrik es yang dibangun sekitar tahun 2010 silam itu. Menurut Yusuf, penghapusan aset dari daftar kekayaan daerah tidak semudah yang dibayangkan. Perlu melalui sejumlah tahapan dan utamanya alasan kuat pemerintah dan paling mendasar pemerintah untuk melepaskan sebuah aset. “Kalau salah caranya bisa jadi temuan. Jadi kita perlu hati-hati sebelum memutuskan melepas atau menghapus satu obyek aset,” timpalnya.

Selanjutnya ia menambahkan, selain pabrik es Poto Tano ada beberapa usulan penghapusan aset yang telah tutas diproses pihaknya. Aset-aset itu umumnya dalam bentuk lahan yang dihibahkan daerah ke pihak lain untuk kebutuhan kelancaran pelaganan publik.

“Misalnya yang sudah kita selesaikan. Tanah kantor desa. Itu sudah selesai kita lepas dengan cara di hibah ke desa masing-masing. Ada juga tanah untuk kantor Koramil Poto Tano. Itu sudah kita selesaikan,” pungkas Yusuf. (bug)