Penggunaan Dana Desa di NTB Mencapai Rp1,247 Triliun Lebih

0
Suasana rapat evaluasi penggunaan Dana Desa di NTB tahun 2021. (Suara NTB/ist)

Mataram (Suara NTB) – Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Pemerintahan Desa Kependudukan dan Pencatatan Sipil (DPMPD Dukcapil) NTB, H Ashari, DH, MH menyebutkan, progres penggunaan Dana Desa tahun 2021 sebesar Rp 1,247 triliun lebih. Penggunaan dana ini untuk 1005 desa dan sudah dicairkan, tinggal tahap ketiga sedang dalam proses untuk 724 desa.

Demikian diungkapkan Ashari dalam rapat koordinasi evaluasi Dana  Desa 2021 di Mataram, Senin, 29 November 2021.

IKLAN

Adapun progres program unggulan Pemprov NTB yang dianggarkan dalam Dana Desa, BumDes telah 100 persen dibentuk di semua desa dengan 283 bank sampah dan 183 unit di luar BumDes. Kelompok kerja (Pokja) Posyandu Keluarga terdata di 960 desa dan sebanyak 338 desa telah memiliki peraturan desa (Perdes) tentang Posyandu Keluarga.

‘’Harapannya, dalam perencanaan Dana Desa 2022 bisa dikejar setelah pendataan desa dengan SDG’s 18 rampung,’’ ujar Ashari.

Sedangkan data Posyandu Keluarga tercatat 7.542 dari 7.582 Posyandu se NTB yang secara kualitas juga akan  terus ditingkatkan melalui dana desa.

Sementara itu,  Wakil Gubernur (Wagub) NTB, Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah mengingatkan, penggunaan Dana Desa harus dioptimalkan tidak hanya untuk pembangunan fisik. Namun selain untuk pembangunan berkelanjutan (Sustainable Development Goals), juga fokus pada tujuan dan program bersama.

‘’Jadi perencanaan pembangunan desa seharusnya bisa selaras dan bersinergi dengan program pemerintah daerah dan provinsi. Karena kebutuhan masyarakat juga menjadi persoalan mendasar di desa,’’ jelas Wagub.

Persoalan seperti pendidikan, kesehatan dan lingkungan serta sosial ekonomi yang wujudnya pelayanan Posyandu Keluarga, bank sampah, desa tangguh bencana dan lain lain akan tertangani dengan pola lebih teratur dan terorganisasi yang dikelola oleh desa dengan anggaran yang cukup.

‘’Kita semua tentu menginginkan standar kesehatan, pendidikan dan kehidupan sosial ekonomi yang lebih baik. Tujuannya agar semua desa di NTB menjadi desa mandiri dan berkontribusi membangun NTB dengan  menyelesaikan masalah lebih dini di desa,’’ jelasnya. (r)