Penggunaan BTT Masih Dievaluasi

Sekretaris Daerah Kota Mataram, H. Effendi Eko Saswito memimpin rapat evaluasi penggunaan dana bantuan tidak terduga yang dialokasikan mencapai Rp140 miliar. Khusus penambahan anggaran di RSUD Kota Mataram akan dievaluasi secara khusus oleh Inspektorat. (Suara NTB/cem)

Mataram (Suara NTB) – Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) Kota Mataram, mengevaluasi penggunaan dana bantuan tidak terduga di sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD). Kebutuhan anggaran di rumah sakit umum daerah (RSUD) akan dievaluasi secara khusus.

Ketua TAPD yang juga Sekretaris Daerah Kota Mataram, Dr. H. Effendi Eko Saswito menyampaikan, kebijakan baru bahwa rencananya ada penambahan bantuan tidak terduga, sehingga dilakukan evaluasi dari pengalokasian anggaran sebelumnya. Pemaparan setiap OPD sifatnya gambaran umum yang masih perlu didalami oleh TAPD. “Dari pemaparan sudah ada gambaran berapa proyeksi kebutuhan sampai bulan Desember,” kata Sekda ditemui Jumat, 11 September 2020.

Iklan

Pemkot Mataram mengalokasikan anggaran BTT mencapai Rp140 miliar. Sekda tidak menyebut detail BTT telah dimanfaatkan untuk penanganan serta pencegahan penyebaran virus Corona. Namun demikian, proyeksi penambahan anggaran tidak terlalu besar karena dana diajukan oleh OPD masuk dalam rencana keseluruhan berdasarkan hasil review Inspektorat.

Sekda menegaskan, perlu pendalaman adalah di RSUD Kota Mataram. Karena, kebutuhan sangat dinamis. Dari alokasi anggaran digelontorkan sebelumnya ternyata masih ada dana diajukan Rp11 miliar belum sampai Desember. Oleh karena itu, Inspektorat ditugaskan untuk mengevaluasi secara khusus. “Dibutuhkan waktu 10 hari untuk mengevaluasi secara khusus. Dari hasil rumah sakit menjadi bahan untuk memberikan laporan ke Walikota dalam mengambil kebijakan,” tandasnya.

Di satu sisi, Walikota Mataram, H. Ahyar Abduh sambung Sekda, berencana menambah satu bulan untuk penyaluran jaring pengaman sosial (JPS). Pemberian bantuan sembako bagi 32.548 kepala keluarga (KK) membutuhkan anggaran sekitar Rp8,4 miliar. Bantuan stimulus ekonomi sangat tergantung dari sisa dana BTT yang belum terpakai. Eko belum berani menyimpulkan apakah JPS akan ditambah lagi atau sebaliknya. “Iya, nanti sangat tergantung dari dana yang tersedia,” demikian kata dia. (cem)