Pengguna Meningkat, Dewan Desak Aparat Tangkap Pengedar Narkoba

Mataram (suarantb.com) – Meningkatnya jumlah pengguna narkoba yang telah terdata di Badan Narkotika Nasional (BNN) provinsi NTB membuat kalangan dewan prihatin. Mereka mendesak  aparat kepolisian serius dengan menangkap gembong pengedar yang menjadi pemasok inti peredaran narkotika di NTB.

Kepada wartawan, Anggota Komisi V DPRD NTB, Drs. H. Abdul Karim, MM menyatakan selama ini, kepolisian terkesan lebih banyak menangkap pemakai. Sementara bandarnya sendiri selaku pemasok barang terlarang tersebut masih belum tertangkap. Ia mengatakan jika yang ditangkap hanya pemakai, maka upaya memberantas peredaran narkoba akan sia-sia.

Iklan

“Kalau tangkap pemakai kan nggak sulit. Sama dengan menangkap pedagang kacang. Bandarnya dong yang ditangkap,” ujarnya, Jumat, 7 Oktober 2016.

Karim menyebut hal itu menjadi salah satu penyebab semakin tingginya angka pengguna narkoba di Provinsi NTB. “Yang terdata hanya lima ribu. Yang nggak terdata kan lebih dari itu,” katanya.

Karim mengimbau pihak kepolisian lebih aktif membasmi peredaran narkotika dengan menangkap gembong pengedar selaku penyedia dan pemasok bagi para pengguna.Menurutnya, kalau pengedarnya sudah berhasil ditangkap aparat kepolisian, tentu akan berdampak pada tiadanya pasokan bagi pengguna.

Hal itu secara otomatis akan memutus mata rantai pengguna dan pemasok barang haram tersebut. Sehingga, lanjut Karim, misi memberantas narkoba yang selama ini menjadi agenda besar pemerintah akan terwujud.”Kalau pengedarnya gak ada, kan gak bisa juga pemakai,” ujarnya.

Sebelumnya, BNN NTB menyatakan, angka pengguna narkoba di Indonesia sudah mencapai lima juta jiwa. Dari jumlah itu 53 ribu di antaranya terdata di BNN wilayah NTB. (ast)