Penggalian Pipa Diizinkan Asal Tuntas Sebelum WSBK

Walikota Mataram, H. Mohan Roliskana didampingi Asisten II Setda Kota Mataram H. Mahmuddin Tura, Kadis PUPR Miftahurrahman dan Kasat Pol PP Irwan Rahadi mengecek hasil perbaikan pendestrian Kawasan Bisnis Cakranegara, Kamis, 7 Oktober 2021.(Suara NTB/cem)

Mataram (Suara NTB) – Walikota Mataram, H. Mohan Roliskana meninjau langsung hasil perbaikan pendestrian di Kawasan Bisnis Cakranegara. Perbaikan dinilai rapi dan tidak mengganggu lalu lintas. Proyek pemasangan pipa diizinkan asal tuntas sebelum penyelenggaraan World Superbike (WSBK) 19 – 21 November mendatang. “Saya izinkan melanjutkan proyek pemasangan pipa,” kata Mohan ditemui di KBC, Kamis, 7 Oktober 2021.

Peninjauan itu didampingi Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Kota Mataram, Ir. H. Mahmuddin Tura, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Miftahurrahman, Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman M. Nazaruddin Fikri, Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Irwan Rahadi. Sementara, Direktur PDAM Giri Menang H. Lalu Ahmad Zaini selaku pemilik pekerjaan tidak hadir.

Iklan

Proyek penggalian pipa boleh dilanjutkan tetapi dengan syarat tidak boleh merusak trotoar. Material bongkaran tidak boleh mengganggu arus lalu lintas. Disampingi itu kembali ditegaskan Walikota, pekerjaan harus tuntas sebelum event olahraga internasional tersebut mulai digelar 19 – 21 November mendatang. “Pokoknya sebelum WSBK pekerjaan harus steril. Kalaupun belum jadi pekerjaan dihentikan dulu sementara menunggu WSBK selesai,” ujarnya.

Mahmuddin Tura menambahkan, kelanjutan penggalian pipa tidak boleh lagi mengganggu atau merusak trotoar. Satuan Polisi Pamong Praja diberikan tugas melakukan pemantauan setiap hari. Secara teknis disampaikan, material galian harus dimasukan ke dalam karung agar tidak mengganggu atau membahayakan pengendara. “Jadi bekas bongkarannya itu dimasukan dalam karung supaya tidak mengganggu pengendara,” tambahnya.

Adapun sisa bekas semen pada trotoar diminta segera dibersihkan. Sedangkan, batu andesit yang tidak rapi tidak dipersoalkan, karena sejak awal perbaikan tidak mungkin akan kembali 100 persen. “Iya, memang tidak mungkin bisa kembali 100 persen. Minimallah 90 – 95 persen,” ujarnya.

Kepala Satuan Polisi Pamong Praja, Irwan Rahadi siap mengawasi proses penggalian pipa PDAM Giri Menang sesuai permintaan kepala daerah. Personel akan ditugaskan mengecek dan melaporkan kondisi serta perkembangan setiap hari. (cem)

AdvertisementJasa Pembuatan Website Profesional