Pengerukan Kolam Labuh Labuhan Haji, Dewan Sarankan Putus Kontrak Rekanan

Selong (Suara NTB) – Wakil Ketua DPRD Lombok Timur (Lotim), Daeng Paelori meminta Dinas Pekerjaan Umum (PU) Lotim memutus  kontrak kerja dengan pihak rekanan yang akan melaksanakan pengerukan kolam labuh Pelabuhan Labuhan Haji. Hal ini berujung akibat dari tidak kunjung dikerjakannya pengerukan kolam labuh hingga memasuki akhir tahun anggaran 2016 ini.

Kepada Suara NTB, Jumat, 25 November 2016, Daeng meragukan, sisa waktu tahun 2016 ini pihak rekanan bisa bekerja dengan baik. Alasannya, hasil pekerjaan atas proyek pengerukan senilai Rp 38 miliar ini nantinya tidak bisa langsung diketahui, karena pengerjaan di dasar laut beda dengan proyek di daratan.

Iklan

Selain itu, ujarnya, pelaksanaan proyek kelanjutan pembangunan Pelabuhan Labuhan Haji ini sudah dua tahun terakhir ini dinilai tidak beres. Tahun 2015 lalu, dialokasikan Rp 35 miliar tapi gagal dilaksanakan, sehingga anggaran dialihkan ke tempat lain. Tahun 2016 ini, sudah memasuki penghujung tahun tapi tidak juga dikerjakan.

Menurut Daeng, penyebab utama dari persoalan lambatnya pengerjaan proyek ini akibat dari perencanaan di lingkup Dinas Pekerjaan Umum yang kurang matang. Kalau waktunya masih bulan Juni, maka dinilai tidak akan pengaruh apapun dan masih bisa ditoleransi. Akan tetapi, sisa waktu saat ini sudah dirasa tidak memungkinkan. Langkah Pemerintah Kabupaten Lotim tidak memberikan uang muka 30 persen kepada pihak rekanan disanjung  Daeng Paelori. “Tidak memberikan uang muka itu sudah sangat bagus,” pujinya.

Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Proyek Pengerukan pada Dinas PU Lotim, Nugroho yang dikonfirmasi terpisah menyatakan pihaknya tidak bisa melakukan pemutusan kontrak secara sepihak.

Dalam proses pengerjaan proyek pengerukan dermaga ini, Dinas PU melibatkan sejumlah tim. Termasuk Tim Pengawal Pengaman Pemerintahan Pembangunan Daerah (TP4D) Kejaksaan Negeri Selong, tim dari Universitas Mataram (Unram) pengawas dan konsultan.

Dia menjelaskan, berdasarkan hasil rapat terakhir menyimpulkan, pihak PU Lotim bersama tim ini memberikan kesempatan untuk mendatangkan peralatan dari pihak rekanan. Sudah dilakukan penjadwalan ulang. Karena kapal yang mengangkut perpipaan yang akan ditunggu pihak rekanan tiba Minggu besok. Jadwalnya, Senin ini sudah bisa dilangsungkan pengerukan. (rus)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here