Pengerjaan Tanah Capai 97 Persen, ITDC Optimis Sirkuit Mandalika Tuntas Juni 2021

Proses pengerjaan JKK atau Sirkuit Mandalika (Suara NTB/ist)

Praya (Suara NTB) -PT. Pengembangan Pariwisata Indonesia atau Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC) menegaskan optimis bisa menyelesaikan pengerjaan Jalan Khusus Kawasan (JKK) atau Sirkuit Mandalika yang akan jadi lokasi penyelenggaraan event MotoGP sesuai target Juni tahun 2021 mendatang. Pengerjaan utama berupa groundwork (pengerjaan tanah) saat ini sudah mencapai 97 persen.

“Sisa 3 persen belum dikerjakan karena masih menunggu proses land clearing di tiga titik lahan lagi. Lantaran masih ada warga yang masih bertahan di lahan tersebut,” ungkap Construction Enhancement Head The Mandalika, Aris Joko Santoso saat acara Media Bord di kawasan Pantai Kuta, Rabu, 16 Desember 2020.

Simultan dengan groundwork, pengerjaan lapisan atas Sirkuit Mandalika juga sudah mulai dilakukan di area-area yang sudah siap. Berupa perkerasan lapisan atas jalur. Termasuk pengaspalan di area service road dan beberapa titik lainnya dengan capaian saat ini sudah sekitar 30 persen. Baru kemudian akan dilanjutkan dengan pengaspalan jalur atau track lintasannya.

“Melihat progres yang ada saat ini, kita sangat optimis pengerjaan JKK Mandalika bisa tuntas sesuai target yakni pada bulan Juni 2021 mendatang,” jelasnya.

Untuk selanjutnya bisa melewati proses homologasi yang akan dilakukan oleh FIM bersama dengan Dorna Sport selaku pemegang hak penyelenggaraan MotoGP. Sebagai persyaratan untuk bisa menggelar event balap MotoGP itu nantinya.

Sebelumnya, pihaknya sempat terkendala kondisi lahan di beberapa titik yang berpotensi mengalami likuifaksi. Tapi saat ini sudah tertangani semua dan sudah mendapatkan penanganan khusus. Berupa pemasangan tiang beton pancang dengan kedalaman antara 14 sampai 16 meter.

Aris mengatakan, material yang digunakan untuk pengerjaan JKK Mandalika semua sudah memenuhi kualifikasi yang ditentukan. Di mana untuk groundwork material yang digunakan adalah material lokal yang sudah dinyatakan lulus uji. Sementara untuk lapisan atas, berupa aspal yang materialnya didatangkan langsung dari Inggris.

Termasuk untuk pagar pengamanan sirkuit serta tunnel (terowongan) materialnya didatangkan dari Jerman. “Ini bentuk komitmen kami sebagai penyelenggara event MotoGP. Jadi semua material yang digunakan haruslah yang benar-benar sesuai standar internasional. Karena event yang akan kita gelar nanti event berstandar internasional,” tegasnya.

Apalagi kawasan The Mandalika sendiri sudah mendapat kontrak penyelenggaraan MotoGP dan World Super Bike (WSBK) unuk jangka panjang. Selama 10 tahun, dari semula hanya 5 tahun. Sehingga dengan penggunaan material berkualitas tinggi, bisa memperpanjang usia penggunaan fasilitas balapan itu sendiri.

“Semakin baik material yang digunakan, maka usia pemanfaatan fasilitas tersebut tentunya akan semakin panjang,” pungkas Aris. (kir)