Pengerjaan Proyek, Khalik Minta OPD Harus Libatkan TP4D

Selong (Suara NTB) – Hingga pertengahan tahun 2018 ini, Organisasi Perangkat Daerah (OPD) masih nihil melibatkan TP4D dalam pengerjaan proyek yang dikerjakan. Padahal pelibatan TP4D sangat penting untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan baik administrai maupun tahap pengerjaan.

Untuk itu, diharapkan supaya OPD di Lotim menanfaatkan keberadaan TP4D untuk melakukan pendampingan. Demikian disampaikan Pejabat Sementara (Pjs) Bupati Lotim, H. Ahsanul Khalik, Rabu, 9 Mei 2018.

Iklan

Ditegaskannya, di tahun 2017 lalu pengerjaan sejumlah proyek di Lotim terutama proyek-proyek bernilai besar sudah melibatkan TP4D. Pelibatan TP4D oleh OPD dalam suatu pembangunan atau proyek fisik sangat penting dilakukan untuk mengantisipasi penyalahgunaan kewenangan, jabatan dan kesalahan dalam administratif dan proses pelaksanaan pelelangan dan pengerjaan.

Disinggung terkait pelibatan TP4D yang aturannya agak berbelit, Ahsanul Khalik mengungkapkan jika hal demikian merupakan suatu yang lumrah. Menurutnya, hal tersebut dikarenakan untuk mengantisipasi kemungkinan-kemungkinan terjadinya kesalahan baik administrasi maupun tindak pidana. “Memang akan menjadi berbelit terutama ketika tidak dilaksanakan secara baik,” jelasnya.

Namun, bila dilaksanakan sesuai prosedur dan aturan, ia menilai jika tidak ada yang sulit. Untuk itu, ia menyarankan pengerjaan proyek-proyek besar harus melibatkan TP4D. “Bukan didorong lagi, jadi harus OPD itu melibatkan TP4D dalam pengerjaan proyek-proyek itu, terutama yang anggarannya cukup besar,” tegasnya.

Sebelumnya, Kasi Intelijen pada Kejaksaan Negeri (Kejari) Lotim, I Gede Putra Arbawa mengakui jika hingga saat ini belum ada pengerjaan proyek di Lotim yang didampingi TP4D. Dijelaskannya, hal tersebut dikarenakan pihak dari Kejari Lotim masih menunggu surat resmi dari dinas berupa surat permohonan pendampingan dari dinas. “Belum ada yang minta pendampingan, kita masih menunggu surat resmi permohonan pendampingan itu,” jelasnya.

Kendati demikian, tim dari TP4D terus menggencarkan sosialisasi kepada instansi-instansi lingkup Setda Kabupaten Lotim hingga kepala desa terkait keberadaan dari TP4D. Langkah itu dilakukan untuk meningkatkan kesadaran para pemangku kebijakan untuk melibatkan TP4D dalam setiap pembangunan fisik yang dilakukan. “Memang hingga sekarang belum ada yang minta pendampingan. Tapi untuk sosialisasi tetap kita laksanakan,”ujarnya. (yon)