Pengerjaan Proyek Bendungan Meninting Terkendala Non Teknis

Tim kementerian PU saat turun memantau proyek bendungan Meninting beberapa waktu lalu.(Suara NTB/ist)

Giri Menang (Suara NTB) – Progres pengerjaan proyek bendungan Meninting, Lombok Barat (Lobar) saat ini masih minus dari target sesuai tim schedule yang ada. Sehingga pengerjaan pun dilakukan addendum hingga tahun 2023. Awalnya, kontraknya dari tahun 2018-2022. Pengerjaan proyek ini molor akibat kendala non teknis di lapangan.

Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) di Balai Wilayah Sungai (BWS) Jusa tenggara I, Lalu Asgar mengatakan total capaian pengerjaan proyek bendungan (deviasi) di bawah 20 persen.  Padahal targetnya untuk pertengahan tahun ini minimal sebesar 45 persen. “Target kita sekarang seharusnya 45 persen, tapi capaiannya sekarang di bawah 20 persen,” sebut Asgar, Kamis, 16 September 2021.

Iklan

Akibat kendala lahan, semenjak tahun 2019-2020 pihaknya tidak bisa bekerja. Saat ini yang dikerjakan adalah paket 1 adalah galian pondasi bendungan. Paket 2 jalan masuk dan terowongan. Seharusnya terowongan ini selesai bulan Juli lalu, namun karena kendala di lapangan, misalnya masyarakat tidak mau blasting (peledakan) dua kali dengan alasan gempa sehingga peledakan dilakukan sekali. “Seharusnya itu bisa dilakukan dua kali peledakan,” ujarnya.

Kalau melihat progres ini lanjut dia pihaknya pun melakukan adendum atau perpanjangan waktu pengerjaan hingga tahun 2023. “Dari hasil evaluasi termasuk berdasarkan masalah tanah, kita pengusulan perpanjangan waktu ke kementerian PUPR,” jelas dia.

Namun tanpa ada tambahan anggaran. Sehingga perpanjangan waktu pengerjaan hingga tanggal 31 Desember 2023. Anggaran yang disiapkan untuk pekerjaan proyek ini mencapai Rp1,2 miliar. “Itu diluar anggaran pembebasan tanah,” ujarnya. (her)

AdvertisementJasa Pembuatan Website Profesional