Pengerjaan Jembatan Dasan Agung Diperpanjang

Pengerjaan jembatan Dasan Agung – Dasan Sari yang melintas di atas sungai Jangkuk di Kota Mataram ini hamper rampung, dan segera akan diuji coba dengan dilintasi kendaraan roda empat. (Suara NTB/cem)

Mataram (Suara NTB) – Pembangunan jembatan yang menghubungkan Dasan Agung dan Dasan Sari belum selesai dikerjakan. Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Kota Mataram sudah mengajukan adendum yaitu penambahan waktu pengerjaan. Padahal harusnya pembangunan ini selesai bulan ini.

‘’Untuk Jembatan Dasan Agung kita minta penambahan waktu. Waktu pembangunanannya berakhir akhir Oktober ini. Jadi adendumnya nanti sampai 21 November,’’ kata Kepala Bidang Bina Marga Dinas PUPR Kota Mataram, M. Yamin, Jumat, 26 Oktober 2018.

Iklan

Penambahan waktu ini bukan karena kesulitan atau adanya kesalahan teknis. Namun karena terkendala akibat bencana gempa beberapa waktu lalu. Sehingga rekanan tidak dapat menyelesaikannya sesuai dengan kontrak. ‘’Karena waktu itu tiga minggu dinyatakan waktu tanggap bencana. Jadi selama itu tidak ada aktivitas pengerjaan,’’ ujarnya.

Proses pengerjaan jembatan itu diklaim sudah 90 persen. Saat ini pengerjaannya tinggal menunggu pemasangan kawat sling saja. Kawat sling yang sudah ada untuk sementara tidak dikencangkan. Namun memaksimalkan pemasangan balok di bawah jembatan. ’’Setelah 100 persen pemasangan balok, baru slingnya kita kencangkan. Kalau sekarang belum berani kita kencangkan,’’ ujarnya.

Tidak hanya untuk pengerjaan jembatan, petugas juga merapikan dan melebarkan akses jalan menuju jembatan di sekitar perumahan Dasan Agung.  “Jalan di sekitar lokasi kita lebarkan dan dirapikan,’’ ujarnya.

Sebelum jembatan ini dirampungkan secara keseluruhan, Dinas PUPR berencana untuk menggelar uji coba kelayakan jembatan. Salah satunya dengan uji coba dilewati oleh mobil atau kendaraan roda empat lainnya. Namun ini khususnya untuk mobil pribadi. Sedangkan mobil pengangkut barang dan dengan muatan besar seperti truk, mobil box ataupun kontainer tidak diizinkan untuk melewati jembatan ini.

“Petugas juga berencana untuk memasang plang larangan untuk tidak dilewati mobil besar. Itu sudah kita ukur mobil besar tidak masuk karena pasti nyangkut juga dengan besi jembatan,” ujarnya.

Jembatan ini berfungsi untuk menghubungkan Dasan Agung dan Dasan Sari yang dibatasi oleh sungai Jangkuk. Walaupun sudah ada dua jembatan yang bisa dilalui, yaitu jembatan Udayana dan jembatan Gapuk Dasan Agung. Namun letaknya dianggap masih terlalu jauh. (lin)