Pengentasan Kemiskinan Dinilai Belum Optimal

Praya (Suara NTB) – Upaya pengentasan kemiskinan di Kabupaten Lombok Tengah (Loteng) sejauh ini dinilai belum berjalan optimal. Meski dari sisi persentase angka kemiskinan diklaim menurun. Namun pada kenyataannya, jumlah warga miskin justru meningkat. Salah satunya bisa dilihat dari bertambahnya jumlah penerima program beras keluarga sejahtera (rastra).

“Boleh kita mengatakan angka kemiskinan menurun. Tapi kita tidak bisa menampik, bahwa ternyata jumlah penerima program bagi masyarakat miskin kita, seperti program rastra justru meningkat,” ungkap Ketua DPRD Loteng, H.Achmad Puaddi FT,SE, Rabu, 3 Mei 2017.

Iklan

Artinya, pemerintah daerah harus lebih keras lagi berupaya mengentaskan angka kemiskinan. Pemerintah daerah dalam hal ini diharapkan tidak hanya terpaku pada persoalan angka semata. Tetapi harus melihat secara real kondisi di bawah, apakah terjadi penurunan angka kemiskinan atau tidak.

Menurutnya, persoalan paling pokok yang perlu diperhatikan dalam upaya pengentasan kemiskinan adalah masalah data, karena selama ini data kemiskinan belum valid yang benar-benar menggambarkan kondisi real di tengah masyarakat. “Terkadang ada masyarakat yang masuk kategori mampu, justru masuk dalam data masyarakat miskin. Begitu pula sebaliknya,” terangnya.

Bahkan antara data kemiskinan yang ada di BPS dengan pemerintah daerah, terkadang tidak sinkron. Akibatnya, arah program pengentasan kemiskinan menjadi tidak fokus pada sasaran yang semestinya. Sehingga ke depan, persoalan data kemiskinan harus dituntaskan terlebih dahulu, baru bicara program.

Selain soal data, mindset terkait kemiskinan juga harus bisa diubah, jika masyarakat di daerah ini masih banyak yang bangga dikatakan miskin, walau sesungguhnya masuk kategori masyarakat mampu. Mereka ingin dikatakan miskin, hanya untuk memperoleh bantuan dari pemerintah. (kir)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here