Pengendara Motor Diduga Dikeroyok Tiga Anggota Polisi

0
Oknum anggota Satlantas Polres Bima yang diduga melakukan tindakan kekerasan terhadap pengendara sepeda motor saat operasi patuh rinjani di jalan Sultan Muhamad Salahuddin, Senin, 27 September 2021.(Suara NTB/Ist)

Bima (Suara NTB) – Warga Bima dihebohkan dengan video viral seorang yang mengenakan helm diduga dikeroyok, dicekik, dipukul hingga ditendang oleh tiga anggota polisi.  Dua orang anggota polisi itu berseragam rompi Sat Lantas serta satu orang mengenakan rompi dan helm anti peluru.

Penelusuran Suara NTB, video yang berdurasi 2 menit 48 detik itu direkam seorang warga di lokasi Jalan Lintas Sultan Muhahmad Salahuddin yang tidak jauh dari Taman Makam Pahlawan (TMP) Kecamatan Palibelo Kabupaten Bima, pada Senin, 27 September 2021 pagi.

IKLAN

Pengendara sepeda motor tersebut diketahui bernama Asrul Rahman. Ia  merupakan mahasiswa pada salah satu Perguruan Tinggi Swasta (PTS) di Kota Bima dan juga warga Desa Tenga Kecamatan Monta Kabupaten Bima.

Berdasarkan kisahnya, saat melintas di jalan tersebut, ia melihat banyak aparat Kepolisian yang sedang melaksanakan razia. Saat ingin berbalik arah dan menghindari razia, tiba-tiba ia didatangi dan dicegat oknum aparat kepolisian yang mengenakan helm dan rompi anti peluru.

“Kemudian setelah itu datang lagi dua orang polisi yang berseragam Satlantas. Tanpa sebab, mereka langsung mengeroyok, menendang, mencekik hingga memukul saya,” katanya.

Saat dikeroyok ditendang dan dipukul, ia mengaku tidak melawan hanya menangkis. Meski tak mengalami luka yang serius ataupun lecet, namun ia mengeluhkan rasa sakit pada pada sekujur tubuhnya. Selain itu, ia juga mengaku trauma setelah kejadian tersebut.

“Tidak terluka. Hanya sakit di dada dan trauma saja,” ucapnya.

Setelah kejadian itu, ia mengaku langsung pulang ke rumahnya dan tidak menceritakan hal itu ke siapapun. Namun beberapa saat kemudian, sejumlah aparat Kepolisian ikut menyusulnya. Ia sendiri tidak mengetahui, namun kabarnya mereka datang untuk bertemu dengan pihak keluarganya.

“Setelah kejadian, sejumlah polisi datang ke rumah. Tapi saya tidak tahu maksud dan tujuannya,” ujarnya.

Terlepas dari itu, ia tidak menyangka jika aparat kepolisian berbuat seperti itu.  Sebagai anggota polisi, seharusnya mereka bertugas melayani menjaga dan mengayomi masyarakat bukan malah melakukan tindakan kekerasan.

“Tidak menyangka bakal seperti ini. Saya juga tidak menyangka ada yang memvideokan kejadian yang menimpa saya tadi hingga viral seperti ini,” katanya.

Sementara Kapolres Bima, AKBP Heru Sasongko S.IK, mengakui video viral yang beredar di sosial media adalah personil Polres Bima. Kata dia, insiden tindakan kekerasan tersebut terjadi saat operasi patuh rinjani 2021.

“Kita akan menindaknya secara tegas dan untuk sementara ditahan. Saat ini  personil yang melakukan tindakan kekerasan sudah dimintai keterangan dan selanjutnya akan menjalani proses disiplin,” pungkasnya. (uki)