Pengembangan STIPark dan Industrialisasi Perlu Lebih Fokus

Samsul Hakim dan H. Zulkifli. (Suara NTB/ist)

Mataram (Suara NTB) – Peran STIPark NTB sebagai pusat pengembangan teknologi industri diharapkan dapat memiliki fokus. Hal tersebut dinilai akan lebih memudahkan pemerintah mencapai tujuan industrialisasi sekaligus mendorong peningkatan kapastias IKM yang menjadi mitra.

Pemilik CV. Sinar Agro Teknik, Samsul Hakim, menerangkan sampai saat ini belum ada detail kerja sama yang dijalin antara IKM dan STIPark NTB. ‘’Kalau bentuk kerja sama yang hitam di atas putih belum ada, tapi kalau diundang rapat sering sekali setiap tahun ada. Jadi belum ada gambaran program, karena kita belum tahu apa fokusnya STIPark,’’ ujarnya kepada Suara NTB, Minggu, 28 Juni 2020.

Iklan

Hal tersebut penting dipetakan, terlebih untuk mendukung STIPark sebagai salah satu penggerak IKM lokal setelah pandemi virus Corona (Covid-19). Diterangkan Samsul, dalam situasi saat ini produksi dari IKM lokal hampir dapat dikatakan stagnan. Terlebih dengan macetnya program-program dari pemerintah.

Dicontohkan CV. Sinar Agro Teknik yang bergerak di bidang pengolahan logam untuk permesinan, konstruksi, dan lain-lain. ‘’Kita butuh supporting (dukungan) dari pemerintah untuk stimulus ekonomi dari berbagai program. Supaya ekonomi ini jalan,’’ ujarnya.

Menurut Samsul, program pemerintah untuk mengatasi dampak pandemi dengan JPS Gemilang tidak dapat memberikan stimulus yang merata. Pasalnya, program tersebut hanya melibatkan IKM penyedia pangan dan konveksi.

Untuk itu, pihaknya sangat berharap pemerintah segera membuka program stimulus yang lebih merata. ‘’JPS Gemilang itu hanya untuk (IKM) kuliner dan penjahit. Paling tidak kita di dunia permesinan, konstruksi, dan lain-lain ini juga bisa kerjasama dengan rekanan, tanpa langsung ke pemerintah,’’ ujar Samsul.

Hal tersebut dinilai perlu menjadi perhatian stakeholder terkait, dalam hal ini Dinas Perindustrian dan STIPark NTB. Menurutnya, jika pemerintah telah memulai program-program stimulus untuk permesinan dan konstruksi, maka perusahaan swasta juga akan mengikuti.

  Pasok Bahan Baku, Produsen Teh Kelor Libatkan 400 Petani NTB

‘’Kalau pemerintah sudah membuka keran (stimulus) itu, swasta juga akan ikut. Katakanlah dari APBN mulai Februari biasanya, kontraktur besar sudah persiapan. Kami yang di IKM ini paling sudah mempersiapkan untuk konstruksi mulai dari tukang batu, tukang besi, tukang las, sehingga kita bisa menigisi kekosongan proyek itu,’’ jelas Samsul.

Hal tersebut juga perlu didukung peran STIPark sebagai inkubator. Artinya, mengedepankan peningkatan sumber daya manusia (SDM) yang bergelut di masing-masing bidang IKM. ‘’Harapan kita ini bisa dikembangkan. Kita kepingin ada pelatihan, bertukar pengalaman dengan perusahaan-perusahaan besar. Bisa studi banding kalau benar-benar ingin industrialisasi,’’ ujarnya.

Perlu Difokuskan

Terpisah, Pemilik CV Bale Berkah Bor, H. Zulkifli, menerangkan program industrialiasi yang didorong Pemprov NTB memang perlu difokuskan. Terlebih untuk memastikan target pengembangan yang ingin dicapai oleh IKM-IKM lokal yang terlibat.

‘’Kita berharap industrialiasi ini bisa lebih fokus. Biar tidak semua ingin ditonjolkan, tapi yang sudah direncanakan terbengkalai. Ada hal baru itu yang difokuskan, padahal sebelumnya ada rencana yang sudah disusun,’’ jelas Zulkifli.

Menurutnya, industrialisasi di NTB tidak dapat berjalan dengan baik jika memiliki terlalu banyak target. Meskipun target-target tersebut belakangan ditujukan untuk menjaring keterlibatan banyak pihak, namun tetap dibutuhkan konsentarsi dan fokus perencanaan.

Di sisi lain, peran pemerintah untuk menggeliatkan lagi produksi IKM yang tidak tersentuh program seperti JPS Gemilang menjadi penting untuk situasi saat ini. Pasalnya, banyak IKM yang merumahkan karyawan karena pesanan yang berkurang.

Dicontohkan seperti kegiatan konstruksi yang terbilang minim. ‘’Kalau dari swasta masih ada, tapi yang dari pemerintah ini benar-benar sepi. Kita di daerah ini kan ketergantungan pada pemerintah masih cukup tinggi,’’ jelasnya.

  STIPark dan Target NTB Jadi Sentra Industri

Kendati demikian, dengan bergeraknya konstruksi perumahan diakui mulai meningkatkan aktivitas IKM sekitar 40 persen. Untuk itu, banyak IKM yang mulai masuk untuk mengerjakan sub-sub konstruksi seperti pengerjaan logam, baja ringan, dan rangka.

‘’Dari yang kita rasakan, kalau yang kemarin itu agar berat selama pandemi. Sekarang sudah mulai banyak orderan dari proyek-proyek konstruksi swasta, bisa kita borong untuk pengerjaan rangka atas dan bahan-bahan besinya. Kemudian banyak pesanan pribadi seperti area permainan, waterpark, dan lain-lain,’’ jelas Zulkifli.

Kendati demikian, program yang masih kosong dari pemerintah diharapkan dapat segera menemukan solusi. ‘’Kemarin di STIPark katanya ada beberapa pekerjaan yang akan dibuka, semoga kami bisa dilibatkan. STIPark ini kan salah satu unit dari Dinas Perindustrian. Jadi dari sana kami ada koordinasikan bagi teman-teman yang layak secara aministrasi dan kopetensi supaya dapat (terlibat),’’ jelasnya.

Menurutnya, dengan memastikan peta rencana pengembangan industrialisasi dan STIPark NTB sebagai pusatnya, maka pemenuhan target dan penanggulangan dampak pandemi dapat lebih cepat terwujud. Khususnya untuk mendorong peningkatan kapasitas IKM-IKM yang memiliki komptensi sesuai yang dibutuhkan pemerintah. (bay)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here