Pengembangan KEK Mandalika Butuh Anggaran Rp 9 Triliun

KEK Mandalika (Suara NTB/ist)

Praya (Suara NTB) -Investasi yang dibutuhkan untuk membiayai pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika nyatanya tidaklah kecil. PT. Pengembangan Pariwisata Indonesia atau Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC) selaku pengelola kawasan The Mandalika setidaknya membutuhkan anggaran sekitar Rp 9 triliun untuk membangun berbagai fasilitas dan utility penujang di kawasan tersebut.

Demikian disampaikan Construction Enhancement Head The Mandalika, Aris Joko Santoso saat acara Media Bord di kawasan Pantai Kuta, Rabu, 16 Desember 2020. Saat ini, anggaran yang sudah tersedia baru sekitar Rp 6 triliun. Artinya, masih ada kekurangan sekitar Rp 3 triliun. Namun hal tersebut tidak sampai mengganggu rencana pengembangan kawasan The Mandalika. Karena proses pengembangan kawasan The Mandalika tidak dilakukan sekaligus. Tetapi bertahap hingga tahun 2029 mendatang.

“Sejak tahun 2014 sampai sekarang, total investasi yang sudah dikeluarkan oleh ITDC sekitar Rp 1,6 triliun,” sebutnya.

Anggaran sebesar itu digunakan membiayai pembangunan beberapa fasilitas. Mulai masjid, penataan pantai Kuta hingga pembangunan akses jalur kawasan The Mandalika. Dengan fokus pengembangan di wilayah barat.

Kemudian mulai tahun kemarin, fokus pekerjaan bergeser ke wilayah tengah dan sebagian wilayah timur. Karena ada pembangunan sirkuit MotoGP. “Nah, tahun depan konsentrasi pembangunan difokuskan di proyek pembangunan sirkuit MotoGP,” ujarnya.

Anggaran pengembangan kawasan The Mandalika sendiri sumbernya tidak hanya dari modal ITDC semata. Ada juga dari pemerintah dengan skema Penyertaan Modal Negara (PMN) serta pinjaman dari beberapa lembaga keuangan. Baik itu skala nasional maupun internasional.

“Untuk skala nasional kita sudah ada komitmen kerja sama dengan PIP. Sementara dengan lembaga keuangan internasional kita sudah ada kesepakatan dengan AIIB (Asian Infrastructure Investment Bank),” imbuh Aris.

Dana yang ada tidak seluruhnya digunakan untuk pembangunan fisik. Ada juga alokasi anggaran untuk mendukung pengembangan dan peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) masyarakat lokal sekitar kawasan. Dengan sasaran utama para pelaku Usaha Kecil Menengah (UKM).

Karena diharapkan, seiring perkembangan kawasan The Mandalika ke depan, para pelaku UKM juga bisa ikut berkembang. Sehingga pengembangan kawasan The Mandalika benar-benar bisa memberikan dampak positif bagi masyarakat lokal di lingkar kawasan. “Konsep pengembangannya harus berimbang. Selain fisik juga SDM,” tambahnya.

Di tempat yang sama, Operation Head The Mandalika Made Pariwijaya, menambahkan terkait kesepakatan kerja sama investasi di kawasan The Mandalika, sejauh sudah ada 13 investor yang membuat kesepakatan kerja sama dengan ITDC. Tiga di antaranya sudah hampir selesai membangun. Seperti investor pembangunan Sea Water Reverse Osmosis (SWRO), Mandalika Beach Club serta Stasiun Pengisian Bahan bakar Umum (SPBU).

Adapun untuk hotel, ada yang sudah mulai berjalan. Ada juga yang masih proses persiapan desain akhir serta penyelesaian izin. “Untuk hotel yang sudah berjalan ada Pullman. Dan, tahun depan akan mulai proses finishing. Dengan target tuntas di bulan Oktober 2021,” timpalnya. (kir)