Pengelolaan Tambang Emas Dompu Harus Lebih Baik dari Batu Hijau

Mataram (Suara NTB) – Gubernur NTB, Dr. TGH. M. Zainul Majdi mengatakan, sudah mendengar kabar mengenai adanya cadangan emas dalam jumlah besar di Kabupaten Dompu. Jika benar informasi tersebut,  pemerintah daerah sangat bersyukur dan berharap pengelolaannya harus lebih baik dari tambang emas Batu Hijau di Kabupaten Sumbawa Barat (KSB).

Dalam pengelolaan pertambangan emas, kata gubernur, NTB sudah punya pengalaman di Batu Hijau. Baik yang berkaitan dengan pengelolaan lingkungan, pengelolaan limbah maupun kerjasama perusahaan dengan masyarakat lingkar tambang.

Iklan

‘’Kalau  ada eksplorasi dan eksploitasi (di Dompu), itu harus lebih baik. Dari sisi kualitas dan juga dari sisi penanganan potensi dampak lingkungan,’’ kata gubernur ketika dikonfirmasi usai rapat paripurna istimewa penyerahan LHP BPK RI atas LKPD 2017 di Gedung DPRD NTB, Jumat, 25 Mei 2018 sore.

Ditanya langkah-langkah yang dilakukan Pemda agar keberadaan tambang di Dompu  pro rakyat. Gubernur mengatakan, jika berbicara tambang yang pro rakyat maka tak dapat lepas dari pro lingkungan. Untuk itu, teknologi yang digunakan harus lebih ramah lingkungan.

‘’Jadi, penggunaan bahan-bahan yang ada harus lebih ramah lingkungan. Seluruh prosesnya harus lebih ramah lingkungan,’’ ujarnya.

Kemudian, jika dulu di Batu Hijau sistemnya kontrak karya (KK). Maka sekarang sistemnya sudah beda. Dengan sistem yang baru, gubernur berharap pemerintah pusat dan pemerintah daerah bisa mendapatkan ruang yang lebih besar lagi. Untuk bisa mengontrol, melihat dan  mengukur kontribusi tambang bagi kepentingan daerah.

Agar keberadaan tambang dapat dirasakan masyarakat, Tuan Guru Bajang (TGB) berharap semua program-program pemberdayaan dari perusahaan tambang harus diintegrasikan dengan program Pemda.

‘’Jadi, tidak CSR-nya lempar-lempar ke mana-mana. Tapi dari awal diarahkan untuk prioritas pemerintah daerah,” ujarnya.

Apakah Pemda perlu  mendapatkan porsi saham jika perusahaan tambang di Dompu beroperasi seperti di Batu Hijau pada saat PT. Newmont  Nusa Tenggara (NNT)? Gubernur mengatakan, belum mengecek aturan yang ada saat ini. Apakah masih ada divestasi saham seperti zaman Newmont dulu.  Namun, jika dulu Pemda mendapatkan bagian tertentu dari divestasi saham. Maka dalam peraturan yang terbaru diharapkan Pemda mendapatkan sesuatu yang lebih besar lagi.

Aneka Tambang (Antam) Tbk dan perusahaan tambang internasional asal Brazil, Vale menemukan cadangan emas dan tembaga raksasa di wilayah Hu’u Kabupaten Dompu. Direktur Utama Inalum, Budi Gunadi Sadikin, yang merupakan induk usaha BUMN tambang, mengatakan cadangan emas yang ada di Dompu diperkirakan dua kali lipat dibanding cadangan emas yang dimiliki PT. Newmont Nusa Tenggara yang sekarang menjadi PT. Amman Mineral Nusa Tenggara (AMNT).

Selain emas, cadangan tembaga di Dompu juga dipekerkirakan lebih besar dari PT. Merdeka Copper Gold Tbk yang memiliki tambang di Jawa Timur (Jatim). Cadangan emas di Dompu diperkirakan mencapai 1,38 juta ton emas karena tambang Batu Hijau milik Newmount memiliki cadangan 690 ribu ton emas. Sementara cadangan tembaga di Dompu diperkirakan melebihi 8,6 juta ton atau 19 miliar pounds sesuai cadangan tembaga di Merdeka Copper. (nas)