Pengelolaan Pasar Kebon Roek Masih Dikaji

Aktivitas Jual Beli di Pasar Kebon Roek. (Suara NTB/cem)

Mataram (Suara NTB) – Rencana Pasar Kebon Roek, Kota Mataram, dikelola oleh pengusaha mesti dipikirkan matang – matang. Pengelolaan secara modern berimplikasi terhadap mahalnya retribusi dibayar pedagang.

Kepala Dinas Perdagangan H. Amran M. Amin mengatakan, akan dipihakketigakannya pengelolaan Pasar Kebon Roek sedang dijajaki oleh Pemkot Mataram.  Mekanismenya pun masih panjang. Jika terealisasi, pemerintah tidak akan kehilangan sumber pendapatan asli daerah (PAD). Karena, mereka sanggup membayar royalti di depan sebelum beroperasi. “Ini masih rencana dan sedang dijajaki,” kata Amran.

Iklan

Rencananya Pasar Kebon Roek dikelola secara modern. Amran menambahkan, butuh penyesuaian dari masyarakat. Pengelolaan oleh pihak ketiga akan berbeda. Retribusi dibayar oleh pedagang akan lebih mahal. Akan tetapi, satu atau dua bulan kedepan, pedagang diberikan keringanan. “Palingan mahalnya akan sedikit,” ucapnya.

Investor dipastikan tidak akan menekan pedagang. Mereka pasti mengedepankan rasionalitas beban masyarakat kecil. Pengusaha sambungnya, pasti memiliki hitung – hitungan sebelum berencana berinvestasi.

Amran menambahkan, pengelolaan pasar terbesar di Kota Mataram, telah ada komitmen dengan investor, agar tetap mengakomodir  pedagang setempat dan di Pasar ACC. Jika ini disepakati baru kemudian investor bergerak. “Pedagang di sana dulu diakomodir,” tandasnya.

Investor asal Jakarta berencana akan mengelola Pasar Kebon Roek. Nilai investasinya mencapai Rp 200 miliar. Tidak saja pasar yang dikembangkan, rencananya lahan parkir juga akan dikembangkan. Termasuk membangun hotel di tempat tersebut. (cem)