Pengelolaan Pasar di Tangan Diskoperindag Tak Maksimal

Mataram (Suara NTB) – Wakil Walikota (Wawali) Mataram, H. Mohan Roliskana menilai pengelolaan pasar di bawah Dinas Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskoperindag) Kota Mataram tak maksimal. Untuk itulah diperlukan badan atau dinas khusus untuk mengelola pasar-pasar tradisional di Kota Mataram. Demikian disampaikan Mohan, Selasa, 27 September 2016.

Ia menyampaikan jumlah pasar tradisional di Kota Mataram cukup banyak, mencapai belasan pasar. Beberapa pasar juga skalanya cukup besar dan luas. Sedangkan jumlah pedagang semakin hari semakin meningkat. Mohan juga menyorot persoalan mendasar di pasar-pasar tradisional seperti kebersihan dan manajemennya yang belum bisa tertangani dengan baik. Hal ini berdampak pada tingkat kunjungan warga.

Iklan

“Maka saya pikir perlu ada sektor atau dinas sendiri atau lembaga sendiri yang menangani pasar ini. Tak bisa lagi berada di bawah struktur Dinas Perindag (Diskoperindag) dalam hal ini, tak bisa maksimal juga,” jelasnya.

Beberapa waktu lalu pembentukan BUMD Pasar sempat diwacanakan. Terkait rencana itu Mohan mengatakan tetap mengupayakan realisasi pembentukan BUMD yang akan mengelola pasar secara khusus. Ia berharap pembentukan BUMD Pasar ini mendapat dukungan dari kalangan legislatif. Hal ini tidak dapat diputuskan hanya oleh eksekutif, tapi harus dibahas bersama Dewan karena menyangkut anggaran.

“Kami minta kalau ini dipandang baik adanya BUMD penanganan pasar ini, dipandang juga memiliki dampak positif terhadap penanganan dan manajemen pasar secara keseluruhan, ayo kita sepakati sama-sama. Jangan hanya kami di sini berbicara dan di sana ada pandangan dan perspektif yang berbeda dan bisa menjadi polemik,” jelasnya.

Dengan adanya BUMD, maka diharapkan PAD dari pasar tradisional juga meningkat. Menurutnya jika legislatif sepakat dengan rencana ini, maka tidak membutuhkan waktu lama untuk merealisasikan pembentukan BUMD Pasar. Persoalan pasar ini ditegaskan Mohan sangat diatensi khusus pihaknya. Termasuk juga soal pengelolaan parkir pasar yang menurutnya sangat potensial. “Saya akui, saya tidak mau menutup-nutupilah, nanti dikira saya berteori terus. Persoalan pasar dan parkir ini belum bisa tertangani dengan baik,” pungkasnya. (ynt)