Pengelolaan Eks Pelabuhan Ampenan akan Diambil Alih Disbudpar

Mataram (suarantb.com) – Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Mataram berencana akan mengambil alih pengelolaan tiga objek wisata. Tiga objek wisata tersebut yaitu eks Pelabuhan Ampenan, Taman Wisata Rekreasi Loang Baloq (TWLB), dan Pasar Seni Sayang-Sayang. Demikian disampaikan Kepala Disbudpar Kota Mataram, Drs. H. Abdul Latif Nadjib, MM.

Latif menyampaikan rencana ini telah diusulkan pihaknya ke DPRD Kota Mataram dan mendapat respons positif. Selain itu Walikota Mataram juga menurutnya menanggapi positif rencana tersebut. Ia menyampaikan jika telah masuk dalam pengelolaannya, pihaknya akan bertanggung jawab dalam penataan, pembenahan, dan pemeliharaan objek wisata tersebut.

Iklan

Untuk pengelolaan objek wisata religi, Latif mengatakan belum bisa diambil alih karena harus dikomunikasikan dengan masyarakat setempat. “Karena lahan itu kan milik masyarakat,” ujarnya. Jika nanti ketiga objek wisata tersebut telah diambil alih, Latif menyatakan akan menentukan konsep pengembangan objek wisata tersebut. Pihaknya juga akan menambah berbagai fasilitas dasar.

Latif menyampaikan pihaknya juga akan tetap berkoordinasi dengan dinas terkait lainnya dalam pengembangan objek wisata tersebut. “Sekarang kan kita sama-sama, dalam posisi sejajar. Sehingga dia punya program di situ, kita punya program ditempatkan di situ. Tapi besok kita koordinasi dan ada program yang diberikan agar jalan dengan pengembangan destinasi. Kalau semua taruh berugak saja kan nggak bagus,” jelasnya.

Selain menambah fasilitas dasar seperti toilet, kamar mandi, tempat salat, dan lainnya juga para pedagang akan ditata dan disiapkan tempat istirahat (rest area) bagi pengunjung. “Para pengunjung juga tentu kita berikan pelayanan,” ujarnya.

Latif berharap tahun depan pengelolaan tiga objek wisata tersebut telah diserahkan ke pihaknya. Namun untuk itu ia juga menunggu SK Walikota dan dalam pengelolaannya juga akan ada regulasi atau Perda yang akan menjadi acuan dalam mengelola. Setelah diambil alih, diharapkan juga retribusi dari objek wisata tersebut bisa lebih maksimal.

Agar tak terjadi benturan dengan pengelola sebelumnya, Latif mengatakan pihaknya siap mengakomodir atau melibatkan mereka. “Tentu kita akomodir mereka dan tentu akan kita sesuaikan dengan apa yang diregulasikan pemerintah,” jelasnya. (ynt)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here