Pengelolaan BIZAM Akan Libatkan Investor Asing

Sebuah pesawat baru tiba di BIZAM. Saat ini ada 26 perusahaan global yang tengah bersaing untuk bisa mengelola dan mengembangkan BIZAM. (Suara NTB/kir)

Praya (Suara NTB) – Sebanyak 26 perusahaan skala global mengikuti tahapan proses aanwijzing (tender) seleksi untuk menjadi mitra strategis dalam pengelolaan dan pengembangan Bandara Internasional Zainuddin Abdul Madjid (BIZAM). 26 perusahaan ini sebelumnya dinyatakan memenuhi syarat proses pra kualifikasi pada September lalu.

Demikian diungkapkan Communication and Legal Section Head PT. Angkasa Pura (AP) I Lombok International Airport (LIA), Arif Hariyanto, Sabtu, 10 Oktober 2020.

Iklan

“Perusahaan yang lolos tahap seleksi awalnya ini bergerak di berbagai sektor. Mulai dari infrastruktur hingga pengelolaan bandara. Bahkan enam di antaranya merupakan bandara kelas dunia,” terang Arif.

Di antaranya, Royal Schiphol, Incheon Airport, Changi Airport, GMR Airport, Malaysia Airport BHD, Munich Airport dan Vinci Airport. Kemudian Fraport, Egis International, Titan Global Group, China Construction, Bechtel Enterprise, Scott Brownrigg, Lotte E&C, CU Phosco, Serco, Itochu Corporation, DAA International serta AENA Internacional. Ditambah AERTEC Solutions, ADP International, Toyota Tsusho, Mitsubishi dan ASTRA Infra. Termasuk juga BUMN seperti Adhi Karya dan Waskita Karya.

Pihak PT. AP I LIA secara khusus memberikan apresiasi yang tinggi terhadap perusahaan calon mitra strategis yang berasal dari pengelola bandara terbaik di dunia dan perusahaan infrastruktur terbaik di Indonesia yang memiliki komitmen bersama-sama mengembangkan BIZAM ke depan.

Ia menjelaskan, kemitraan itu nantinya dalam hal pengembangan dan pengelolaan bandara yang melingkupi penyediaan dan pengoperasian. Dalam bentuk D-B-F-O-T (Design-Build- Finance-Operate-Transfer) dengan estimasi kemitraan selama hingga 30 tahun. Dengan perkiraan nilai investasi pengembangannya ditargetkan mencapai Rp 10,3 triliun.

“Karena ini kemitraan, tentu ada pengembalian investasi kerja sama kepada investor. Melalui mekanisme pembayaran oleh pengguna jasa dalam bentuk tarif sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku,” jelasnya.

Kerja sama strategis pengembangan dan pengelolaan tersebut merupakan salah satu upaya mengembangkan LIA ke depan supaya bisa menjadi bandara kelas dunia, melalui peningkatan fasilitas dan kualitas layanan serta mengembangkan konsep airport city yang diharapkan dapat meningkatkan pendapatan dari bisnis non aeronautika.

Tidak kalah penting, para calon mitra itu nantinya juga diharapkan dapat ikut mempromosikan Lombok sebagai salah satu destinasi pariwisata terbaik yang dimiliki Indonesia, sehingga bisa mendukung peningkatan trafik pesawat udara dan wisatawan mancanegara di tanah air. “Untuk proses seleksi ini sendiri ditargetkan tuntas Januari 2021 mendatang,” tegasnya.

LIA sendiri saat ini tengah dalam proses pengembangan, guna mendukung rencana penyelenggaraan balap MotoGP tahun 2021 di kawasan The Mandalika. Pengembangan dilakukan melalui perpanjangan runway dari sebelumnya hanya 2.750 meter menjadi 3.330 meter. Kemudian perluasan terminal menjadi 40 ribu meter persegi yang dapat menampung hingga 7 juta penumpang per tahun dari kapasitas sebelumnya sebanyak 3,25 juta penumpang per tahun. (kir)

Advertisement Jasa Pembuatan Website Profesional