Pengelola TWA Lebo Taliwang Kewalahan Tangani Genangan

Begini penampakan obyek wisata TWA Lebo saat digenangi air pada awal pekan ini.(Suara NTB/ist)

Taliwang (Suara NTB) – Air yang menggenangi lokasi Taman Wisata Alam (TWA) Lebo Taliwang membuat kewalahan Pokdarwis Tonyong Bulaeng selaku pengelola. Pasalnya setiap hujan lebat turun, otomatis hampir seluruh lokasi obyek wisata yang berada di lingkungan Pakirum, kelurahan Sampir, Taliwang itu akan berubah menjadi kolam raksasa.

Pembina Pokdarwis Tonyong Bulaeng, Edy Chandra mengatakan, pihaknya tidak bisa menghindari terjadinya genangan saat hujan lebat turun. Karena air akan meringsek ke area obyek wisata yang turun dari atas perbukitan disertai naiknya volume air danau. “Kalau sudah begitu. Pasti sudah air akan mengumpul masuk ke sini,” katanya kepada Suara NTB, Rabu, 24 Februari 2021.

Iklan

Seperti pada awal pekan ini, saat hujan turun lebat hampir 2 hari berturut-turut. Edy menuturkan, air menggenangi hampir seluruh area kering TWA Lebo. Lapak-lapak kuliner, barugak tempat pengunjung hingga sejumlah fasiltas wahana permainan pun tak pelak kena terendam. “Bisa dibilang 95 persen tertutup air,” ungkapnya.

Jadinya TWA Lebo – Taliwang ‘sarang genangan air’ saat hujan disebabkan areal tersebut berada tepat di cekungan danau Lebo. Kondisi itu juga diperparah karena tidak maksimalnya drainase jalan yang berada di depan tempat obyek wisaya tersebut.

Menurut Edy, air yang turun dari arah perbukitan akan langsung masuk ke obyek wisata yang dikelolanya itu. Sebab drainase yang diharapkan menjadi benteng penghadang selalu tidak bisa mengalirkan air secara maksimal. “Kalau saja drainasenya bagus pasti air yang dari bukit tidak masuk ke sini,” timpalnya.

Ia menjelaskan, pihaknya telah mengasukan kondisi tersebut ke Pemda Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) terkait buruknya drainase di depan TWA Lebo itu. Namun ia memperkirakan akan sulit dilakukan perbaikan segera mengingat status jalannya merupakan tanggung jawab pemerintah pusat. “Statusnya jalan negara. Makanya kalau ada perbaikan drainase oleh pemda tidak bisa maksimal,” bebernya seraya berharap, otoritas lembaga yang mengurusi jalan negara yang ada di daerah segera menanggapi keluhannya tesebut.

“Mudah-mudahan Satker jalan nasional yang ada di NTB ini bisa lihat kondisi kami ini. Karena kalau begini terus bisa jadi fasilitas yang kami sudah buat untuk mempercantik TWA Lebo akan rusak terendam air terus-terusan,” demikian harap Edy. (bug)

Advertisementfiling laporan pajak filing laporan pajak Jasa Pembuatan Website Profesional