Pengelola IC Sediakan Pojok Baca Digital

Tim dari Dinas Pariwisata menerima tim Dinas Perpustakaan dan Kearsipan terkait realisasi Pojok Baca Digital di Kompleks IC. (Suara NTB/ist)

Mataram (Suara NTB) – Sebagai salah satu tempat kegiatan keagamaan dan menjadi destinasi wisata religi di NTB, keberadaan Pojok Baca Digital di Kompleks Islamic Center (IC) NTB sangat penting. Selain bisa meningkatkan jumlah pengunjung juga menjadi literasi bagi masyarakat, baik ilmu agama maupun pengetahuan umum.

Demikian disampaikan Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Destinasi Wisata Unggulan pada Dinas Pariwisata NTB M. Ilham, M.M., menjawab Suara NTB, Rabu, 21 Oktober 2020.

Iklan

Menurut mantan Sekretaris Dinas Komunikasi Informasi dan Statistik NTB ini, penempatan Ruang Pojok Baca Digital ini merupakan kerjasama antara Dinas Pariwisata NTB dengan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan NTB. Nantinya, penempatan fasilitas ruang pojok baca di IC tetap memperhatikan standar protokol kesehatan.

‘’Karena nanti di Pojok Baca Digital ini, para pengunjung bisa menerima informasi pada petugas khusus yang ada di sana. Termasuk mencari buku-buku koleksi Dinas Perpustakaan dan Kearsipan secara digital. Itu artinya, para pengunjung dan petugas tidak bersentuhan langsung,’’ terangnya.

Diakuinya, persiapan lokas Pojok Baca Digital ini sudah 90 persen dan segera dioperasikan dalam waktu dekat. Pihaknya yakin dengan 3.000 buku koleksi Dinas Perpustakaan dan Kearsipan NTB yang ada di Ruang Pojok Baca Digital akan mampu memberikan pengetahuan tambahan pada pengunjung.

Hal senada juga disampaikan Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan NTB Dr. Ir, H, Manggaukang, M.M. Nantinya, pojok baca digital  akan menyediakan perangkat digital, seperti buku dan perangkat digital lainnya. Hal ini, ujarnya, sejalan dengan pelaksanaan program Perpustakaan Nasional membuka peluang bagi daerah untuk menentukan lokasi pojok baca digital yang strategis dan akan difasilitasi berupa perangkat teknologi informasi dan komunikasi serta koleksi digital.

‘’Oleh sebab itu Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provionsi NTB berinisiatif untuk mengembangkan layanan dalam bentuk digital yang diwujudkan dalam bentuk pojok baca dengan memanfaatkan salahsatu space di Islamic Centre,’’ ujarnya.

Adanya sudut baca ini diharapkan akan meningkat minat dan kegiatan membaca,mengembangkan literasi masyarakat khusunya literasi digital melalui  kunjungan m syarakat.

Diakuinya, membaca merupakan hal yang penting dalam hidup. Di Indonesia rendahnya literasi membaca menyebabkan sumber daya manusia tidak kompetitif sebagai akibat lemahnya kemampuan budaya membaca. Dalam UU Nomor 43 tahun 2007, diamanatkan perpustakaan bertujuan memberikan layanan kepada pemustaka, meningkatkan kegemaran membaca serta memperluas wawasan dan pengetahuanuntuk mencerdaskan

kehidupan bangsa.

Sebelumnya tim dari Dinas Perpustakaan dan Kearsipan NTB  mendiskusikan dengan pihak Dinas Pariwisata terkait realisasi Pojok Baca Digital di IC. (ham)