Pengelola Geopark Rinjani Berharap Lintasan Pendakian Diperbanyak

Chairul Mahsul (Suara NTB/dok)

Mataram (Suara NTB) – Pengelola Geopark Rinjani bersama dengan stakeholders terkait akan kembali melakukan survei kondisi jalur pendakian Gunung Rinjani. Sejak bencana gempa Agustus 2018 lalu hingga saat ini, jalur pendakian Rinjani lewat Sembalun dan Senaru belum bisa dibuka.

Setelah melakukan survei untuk mengetahui kondisi sebenarnya, pengelola Geopark Rinjani meminta agar lintasan pendakian Rinjani diperbanyak. Lintasan pendakian Rinjani lewat jalur Sembalun maupun Senaru diminta agar diperbanyak.

Iklan

Sehingga, ketika ada yang rusak akibat gempa atau longsor, masih ada lintasan lainnya yang dapat dilalui oleh para pendaki. Dengan banyaknya alternatif lintasan pendakian Rinjani, maka akan mempermudah evakuasi para pendaki apabila terjebak di atas gunung seperti kejadian gempa pertengahan tahun lalu.

‘’Lintasannya yang harus dievaluasi seberapa parah dampaknya. Ada titik-titik yang tak bisa diperbaiki, itulah yang perlu dibuat lintasan baru. Supaya tidak berlama-lama penutupan pendakian Rinjani. Pembukaan lintasan baru perlu diperbanyak  sesuai hasil survei,’’ kata General Manager (GM) Geopark Rinjani, H. Chairul Mahsul, SH, MM dikonfirmasi Suara NTB, Selasa, 30 April 2019.

Chairul mengatakan, jalur utama pendakian Rinjani tetap lewat Sembalun dan Senaru. Tetapi di jalur pendakian Sembalun maupun jalur pendakian Senaru perlu diperbanyak lintasan alternatif pendakian.

‘’Ada alternatif lintasan, harus banyak. Tak bisa satu lintasan saja, tapi perlu diperbanyak. Daerah yang potensi longsor tinggi harus banyak lintasan alternatifnya,’’ katanya.

Apabila salah satu lintasan pendakian di jalur Sembalun tertutup longsor. Maka pendaki dapat melalui lintasan lainnya. ‘’Harus disiapkan lintasan alternatif. Jangan sampai pendaki terjebak di atas kemudian tak bisa turun,’’ sarannya.

Menurut Chairul, pembukaan pendakian Rinjani semakin cepat semakin baik. Namun tentunya harus memperhatikan keselamatan atau mitigasi bencana. Ia mengatakan, selama penutupan aktivitas pendakian Rinjani, berdampak luas terhadap masyarakat yang selama ini menggantungkan hidupnya dari aktivitas pendakian.

‘’Sekarang kita melihat aktivitas wisata gunung mandek. Porter, guide, hotel, homestay, konsumsi, peralatan gunung. Banyak aktivitas di gunung dan di bawah kena dampak,’’ katanya.

Menurutnya, kerusakan jalur pendakian merupakan hal yang biasa. Ada atau tidak ada gempa, hal itu merupakan proses geologi. ‘’Yang penting mitigasi bencananya. Bagaimana memitigasi pendakian,’’ tandasnya.

Jalur pendakian Gunung Rinjani lewat Sembalun dan Senaru belum bisa dibuka lantaran kondisinya yang rusak akibat gempa, Agustus 2018 lalu. Pemprov NTB berencana akan membuka dua jalur pendakian  baru lewat Sembalun dan Senaru.

Kepala Dinas Pariwisata NTB, H. L. Moh. Faozal, S. Sos, M. Si mengatakan pihaknya akan melakukan survei ulang kondisi pendakian Rinjani. Pasalnya, survei yang dilakukan Maret lalu gagal karena terjadi gempa. Dimana pada saat itu, tim survei baru sampai Pelawangan terus terjadi gempa. Karena gempa, tim survei kemudian turun.

Faozal menyebutkan ada rencana membuat dua jalur pendakian baru. Satu lewat Sembalun dan satu lewat Senaru. Kemudian satu lagi jalur yang sudah mulai dibuka yakni Aik Berik Lombok Tengah.

‘’Bisa jadi kita tidak gunakan jalan tradisional yang lama. Tetapi akan buat jalan baru. Namun pintu masuknya tetap Sembalun dan Senaru. Mengubah rutenya saja,’’ jelasnya.

Faozal menambahkan, pendakian Rinjani merupakan destinasi minat khusus yang dinantikan wisatawan. Ia menyebut, 30 persen wisatawan mancanegara yang datang ke NTB, tujuannya adalah Rinjani.

Pembukaan pendakian ke Rinjani, lanjut Faozal harus memperhatikan aspek keselamatan. Sehingga, Pemprov akan melibatkan Direktorat Topografi TNI Angkatan Darat (AD) melakukan survei ke Rinjani. Pembukaan jalur baru pendakian ke Rinjani akan dibahas bersama TNGR, PVMBG dan Direktorat Topografi TNI AD.

‘’Surat Pak Gubernur sudah kita buat mengundang Topografi TNI AD membantu kita membuat rute yang baru,’’ katanya. (nas)