Pengedar Narkoba Ditangkap, Kulakan Sabu Sistem Tanpa Tatap Muka

Suasana penggerebekan kamar indekos pengedar sabu berinisial FR di Monjok Barat, Selaparang, Mataram, Selasa, 16 Februari 2021.(Suara NTB/Ditresnarkoba Polda NTB)

Mataram (Suara NTB) – Bisnis haram FR alias AR (36) kandas Senin, 15 Februari 2021. Pria ini digerebek Polda NTB. Warga Monjok Barat, Selaparang, Mataram ini baru enam bulan belakangan jual beli sabu. Ditresnarkoba Polda NTB mendatangi kamar indekos FR sekira pukul 23.50 Wita. Saat digedor, FR tidak menjawab. Tim khusus sudah mengitari kompleks indekos. Berjaga-jaga apabila FR kabur.

FR akhirnya keluar kamar setelah dipanggil tetangga kosnya yang mengatakan ada tamu yang hendak berkunjung. FR tak menyangka yang datang polisi. FR sudah tidak bisa kemana-mana. Badan FR pun digeledah. Ditemukan dua poket sabu di celana. Ada juga uang tunai Rp1,7 juta yang diduga hasil penjualan sabu hari itu. Malam itu, FR ternyata sedang menyiapkan dagangannya.

Iklan

“Dia sedang memecah barang,” ungkap Dirresnarkoba Polda NTB Kombes Pol Helmi Kwarta Kusuma Putra dikonfirmasi usai penggerebekan. FR sedang memasukkan sabu ke dalam poketan kecil dengan alat bantu timbangan, sekop, dan plastik klip. Total sabu yang disita dari FR sebanyak 10 gram. Jumlah itu memang cakupan bisnisnya. FR mengelak ketika ditanya soal asal sabu yang diedarkannya.

FR hanya mengaku setiap pengambilan barang dilakukan secara senyap. Sabu yang dibeli diletakkan dengan cara dibuang di suatu tempat. Begitu juga dengan uang pembayarannya. Sistemnya tanpa tatap muka. FR mengeluarkan modal sebesar Rp10 juta setiap kulakan sabu. Dia mendapatkan 10 gram. Dia baru mendapatkan suplai segar pada hari dia ditangkap. “Ngakunya dia tidak kenal orangnya, kita dalami lagi dengan siapa dia membeli sabu,” tandas Helmi. (why)

Advertisementfiling laporan pajak filing laporan pajak Jasa Pembuatan Website Profesional