Pengawasan Pintu Masuk Kota Mataram Makin Longgar

Posko Terpadu di Jalan TGH. M. Faisal, Turida, kosong. Pengendara yang masuk ke kota Mataram tidak lagi diperiksa kesehatannya. Di satu sisi, pendatang dari luar daerah memiliki resiko sebagai pembawa Covid-19. (Suara NTB/cem)

Mataram (Suara NTB) – Kebijakan pengawasan di tujuh pintu masuk Kota Mataram, rupanya setengah hati. Terpantau hingga hari kesepuluh pengawasan makin longgar.

Pintu masuk di Jalan TGH. Faisal, Kelurahan Turida sama sekali tidak ada petugas. Tenda berwarna orange milik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) kosong melompong. Spanduk posko terpadu pemeriksaan kesehatan masih terpasang di pinggir tenda.

Iklan

Sedangkan di posko pantau Jembatan Timbang di Desa Gerimax, petugas hanya menyemprot kendaraan menggunakan cairan disinfektan. Pengecekan suhu tubuh tidak dilakukan oleh petugas.

Kepala Dinas Perhubungan Kota Mataram, Drs. M. Saleh menyebutkan, dari tujuh pintu masuk sebelumnya diawasi hanya difokuskan di tiga titik saja. Yakni, Jembatan Timbang Desa Gerimax, Dasan Cermen dan Gerbang Tembolaq di Kelurahan Jempong Baru.

Asumsinya tiga pintu itu mengawasi pergerakan masyarakat yang datang dari luar daerah. Seperti di Gerbang Tembolaq mengawasai kedatangan dari penumpang dari Bandara Internasional Lombok, Dasan Cermen kedatangan dari Pelabuhan Lembar dan BIL serta Gerimax mengantisipasi kedatangan dari Timur. “Kita fokus di tiga titik pintu masuk saja,” kata Saleh dikonfirmasi, Selasa, 14 April 2020.

Saleh menegaskan, petugas tidak longgar, tetapi mengedepankan efisiensi dan efektivitas. Prediksi adalah tiga pintu masuk itu paling banyak diakses untuk masuk ke Kota Mataram. Dishub juga telah menempatkan petugas di Bandara Internasional Lombok bekerjasama dengan Kantor Karantina Pelabuhan, untuk menghimpun sebaran data penumpang yang datang ke Kota Mataram.

“Jadi data kita himpun dan diolah oleh petugas medis. Paling tidak data itu digunakan untuk pelacakan. Karena, kita asumsikan warga datang dari luar daerah itu adalah ODP,” jelasnya.

Pemeriksaan kendaraan khusus kendaraan roda dua mulai dari pukul 07.00 – 09.00 Wita. Sementara, kendaraan roda empat atau sejenisnya disemprot disinfektan. Penumpang dari bandara cukup menunjukkan kartu kuning diberikan oleh KKP.

Walikota Mataram, H. Ahyar Abduh menegaskan, longgarnya pengawasan di pintu masuk menjadi masukan untuk dilakukan evaluasi. Petugas diminta tidak lengah memantau pergerakan warga yang datang ke Kota Mataram. “Iya, ini jadi masukan kita untuk dievaluasi,” jawabnya. (cem)

Advertisement Jasa Pembuatan Website Profesional